CAR bank yang sebelumnya bernama Century ini telah terkikis seiring ekspansi kreditnya ke posisi 9,4%. Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengatakan perusahaan akan menjaga CAR dikisaran 10%-11%.
"Untuk itu diperlukan tambahan likuiditas Rp 300 miliar yang kita fokuskan dari recovery aset," ungkap Maryono ketika ditemui disela acara media gathering di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa Malam (9/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditahun ini direncanakan Rp 600 miliar dan sisa Rp 300 miliar hingga akhir tahun 2011. Kita harapkan bisa mendongkrak CAR jika berhasil dilakukan recovery," terangnya.
Recovery aset tersebut, lanjut Maryono dilakukan dengan melakukan restrukturisasi atau penjadwalan ulang pembayaran utang yang jatuh tempo oleh kreditur. Jika kreditur tetap 'bandel' maka Maryono mengancam untuk melaporkannya kepada pihak berwajib.
"Kita kejar terus mereka, jika tidak mau bayar ya kita laporkan ke Kepolisian sesuai aturan," tegas Maryono.
Dilain sisi, Maryono membuka peluang Bank Mutiara untuk menerbitkan subdebt jika memang recovery aset banyak terganjal masalah. Dirinya mengatakan opsi ini menjadi nomor dua dilakukan setelah recovery aset.
"Kita sih berharap recovery aset, tapi jika tidak berhasil maka yang kedua adalah penerbitan subdebt sekitar Rp 450 miliar," terangnya.
Namun, menurut Maryono pihaknya harus berkonsultasi dengan pemegang saham untuk bisa merealisasikan subdebt ini. "Jika memang disetujui ya paling tidak awal tahun depan kita terbitkan," kata Dia.
Lebih jauh Maryono mengatakan tambahan likuiditas untuk CAR semata-mata dilakukan untuk menggenjot ekspansi kredit perseroan. Adapun target pertumbuhan kredit Bank Mutiara pada tahun ini sekitar 57%.
"Secara keseluruhan Bank Mutiara menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 9,9 triliun atau tumbuh 57% di 2011," jelas Maryono.
(dru/qom)











































