Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, penggabungan 4 BUMN Asuransi yaitu Jamsostek, Taspen, Asabri, dan Askes memerlukan suatu kajian mendalam.
"Di Malaysia, Filipina, Thailand, ada Taspennya ada Jamsosteknya. Maka kalau nanti dilebur saya nggak tahu bagaimana wujud dari peleburan itu. Kita juga harus melihat dampak yang akan timbul," kata Hotbonar ketika ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (12/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau BUMN mau dilebur ketetntuannya harus ada proses likuidasi. Likuidasi itu tentunya akan merupakan beban bagi perusahaan yang dilebur karena tentunya harus membayar pesangon untuk seluruh karyawan yang notabenenya ribuan," jelas Hotbonar.
Sampai saat ini jumlah dana anggota yang dikelola Jamsostek mencapai Rp 109 triliun dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp 102 triliun. Sementara dana kelolaan atau total kekayaan yang dikelola Jamsostek mencapai Rp 648 triliun.
Jadi menurutnya, saat ini yang diperlukan oleh masyarakat adalah jaminan kesehatan karena bagi masyarakat miskin ini yang terpenting. Asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin ini harus segera dimulai pada 2014.
(dnl/qom)










































