Punya Kekayaan Rp 648 Triliun, Jamsostek Ogah Gabung jadi BPJS

Punya Kekayaan Rp 648 Triliun, Jamsostek Ogah Gabung jadi BPJS

- detikFinance
Jumat, 12 Agu 2011 12:13 WIB
Jakarta - PT Jamsostek (Persero) masih menolak rencana penggabungan dirinya bersama 3 BUMN asuransi lain untuk pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Apalagi saat ini kekayaan Jamsostek mencapai Rp 648 triliun.

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, penggabungan 4 BUMN Asuransi yaitu Jamsostek, Taspen, Asabri, dan Askes memerlukan suatu kajian mendalam.

"Di Malaysia, Filipina, Thailand, ada Taspennya ada Jamsosteknya. Maka kalau nanti dilebur saya nggak tahu bagaimana wujud dari peleburan itu. Kita juga harus melihat dampak yang akan timbul," kata Hotbonar ketika ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (12/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, peleburan 4 BUMN asuransi ini juga harus mempertimbangkan persyaratan likuidasi seperti yang diatur dalam UU BUMN No. 19 tahun 2003.

"Kalau BUMN mau dilebur ketetntuannya harus ada proses likuidasi. Likuidasi itu tentunya akan merupakan beban bagi perusahaan yang dilebur karena tentunya harus membayar pesangon untuk seluruh karyawan yang notabenenya ribuan," jelas Hotbonar.

Sampai saat ini jumlah dana anggota yang dikelola Jamsostek mencapai Rp 109 triliun dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp 102 triliun. Sementara dana kelolaan atau total kekayaan yang dikelola Jamsostek mencapai Rp 648 triliun.

Jadi menurutnya, saat ini yang diperlukan oleh masyarakat adalah jaminan kesehatan karena bagi masyarakat miskin ini yang terpenting. Asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin ini harus segera dimulai pada 2014.


(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads