Transaksi Lewat ATM Bersama Ditargetkan 16 Juta Per Bulan

Transaksi Lewat ATM Bersama Ditargetkan 16 Juta Per Bulan

- detikFinance
Jumat, 12 Agu 2011 18:35 WIB
Jakarta - PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) yang merupakan penyedia layanan ATM Bersama menargetkan kenaikan transaksi hingga 30% atau mencapai 16 juta transaksi per bulan. Puncaknya akan terjadi pada H-10 sebelum lebaran hingga H+10 setelah lebaran.

Demikian diungkapkan oleh Vice President Operation and Services Gatot Sapto Suriono ketika ditemui disela acara buka bersama di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (12/8/2011).

"Transaksi ATM Bersama akan mengalami peningkatan transaksi sejak H-10 hingga H+7 Idul Fitri. Peningkatan akan mencapai 30% dari hari biasa," kata Gatot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tingginya kebutuhan masyarakat akan transaksi perbankan menjelang Hari Raya mendorong terjadinya peningkatan tersebut.

"Karena nasabah akan sangat memanfaatkan layanan ATM Bersama menjelang Libur Idul Fitri, terutama untuk tarik tunai dan transaksi antar bank," kata Dia.

Dikatakan Gatot, pada semester I-2011 transaksi ATM Bersama mencapai 11 juta transaksi per bulan. Jumlah ini merupakan peningkatan yang signifikan dari jumlah transaksi pada periode yang sama tahun 2010 lalu yang mencapai 9 juta transaksi.

Adapun nilai transaksinya tercatat sebanyak Rp 4 triliun untuk tarik tunai dan Rp 8 triliun untuk transfer rata-rata per bulan.

"Selama Ramadan tarik tunai nambah 2 juta transaksi dengan nilai transaksi naik jadi Rp 5 triliun. Dan untuk transfer sekitar Rp 10 triliun," jelas Gatot.

Lebih jauh Gatot mengatakan, menjelang lebaran Artajasa telah melakukan koordinasi dengan bank-bank anggota ATM Bersama guna menghadapi lonjakan transaksi di jaringan. Dari sisi keamanan, Artajasa juga telah mempersiapkan beberapa hal diantaranya mendorong bank melakukan capacity planning.

"Capacity planning dilakukan agar performansi sistem yang dimiliki anggota bank dapat meningkat sesuai dengan peningkatan transaksi di jaringan ATM Bersama," ujar Gatot.

Ditambahkan Gatot, Artajasa telah meminta bank-bank anggota ATM Bersama untuk menyiapkan person in charge (PIC) masing-masing bank. Hal ini dimaksudkan agar apabila terjadi gangguan atau permasalahan operasional, pihak Artajasa dapat segera melakukan koordinasi dengan PIC bank anggota ATM bersama.

"Dan dapat juga mengantisipasi dan mencegah tindak pidana beserta memastikan ketersediaan uang pada setiap 25.000 terminal ATM," terangnya.

"Artajasa juga telah menyiapkan mesin switching yang dapat menampung transaksi hingga lima kali lipat. Jadi bila ada lonjakan transaksi akan terpenuhi seluruhnya," pungkasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads