Demikian disampaikan data Industri Penjaminan milik Bapepam-LK seperti dikutip detikFinance, Minggu (14/8/2011). Pencapaian laba tidak lepas dari penetrasi pasar penjaminan yang terus tumbuh sejak awal tahun.
Laba yang memakui industri penjaminan tidak lepas dari hasil pendapatan yang mencapai Rp 379,74 miliar hingga akhir Juni 2011. Namun pendapatan tercatat menurun dari posisi akhir tahun lalu, Rp 511,3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lain sisi, total outstanding penjaminan mengalami pasang surut. Hingga Juni posisi outstanding penjaminan mencapai Rp 61,141 triliun. Padahal pada posisi Desember tahun lalu nilai penjaminan dapat mencapai Rp 66,56 triliun.
Nilai penjaminan terus merangkak naik hingga April 2011 yang mencapai Rp 75,727 triliun. Namun di Mei nilai penjaminan langung jeblok hingga Rp 59,16 triliun.
Kualitas penjaminan kredit industri, menurut catatan Bapepam-LK masih tergolong baik. Rasio penjaminan lancar mencapai 99,8%, dengan penjaminan yang perlu mendapat perhatian khusus hanya 0,12%.
(wep/hen)











































