"Tentunya kita imbau secara khusus untuk membuat suasana paling aman. Kita minta bank melihat dan melakukan asessment untuk lokasi yang rawan dengan meningkatkan keamanannya," ujar Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmodjo ketika ditemui di lokasi penukaran uang receh di IRTI Monas, Jakarta, Senin (15/8/20111).
Ardhayadi mengatakan industri perbankan sendiri harus bebenah terhadap sistem keamanannya. Pasalnya, lanjut Ardhayadi banyak bank yang ternyata tidak sadar banyak kekurangan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Ardhayadi meminta kepada bank untuk juga menempatkan beberapa security agar nasabah juga merasa ikut terlindungi.
BI Libur 29 Agustus-4 September 2011
Pada kesempatan yang sama Ardhayadi mengatakan BI akan meliburkan operasional perbankan selama lima hari mulai 29 Agustus sampai 4 September 2011, terkait dengan Hari Raya Idul Fitri pada 30 dan 31 Agustus 2011.
"Kita sudah koordinasi dengan bank-bank, bagi kantor pusat dan daerahnya itu libur selama seminggu, 5 hari itu," ujarnya.
Ia menegaskan, satu hari sebelum dan setelah Lebaran, bank sentral meminta semua bank untuk memperpanjang layanan kliring RTGS (real time gross setlement) satu jam lebih lama dibanding waktu operasional biasanya.
"Jadi tanggal 26 Agustus diperpanjang, tanggal 5 September sore juga. Untuk kliring RTGS, biasanya itu akan numpuk. Jadi kan ada 3 minggu sebelum libur, dengan pengumuman itu masyarakat bisa tahu, dan bisa melakukan kliringnya lebih cepat," tandasnya.
(dru/dnl)











































