Demikian diungkapkan oleh Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (19/8/2011).
"Ya memang itu apa namanya tapinya sekarang sudah mahal, makin mahal kan begitu. Tapi kalau soal komposisi cadangan devisa dalam emas ya kita cukup besar," ungkap Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darmin, BI sudah cukup banyak melakukan diverifikasi bahkan saat ini walaupun dolar AS masih ini lebih banyak namun sudah berimbang.
"Tapi sudah mendekati berimbang itu antara yang non dolar karena ada juga itu termasuk surat berharga negara-negar emerging yang kita anggap cukup kuat. Kita sudah membeli itu, diverifikasi sudah jalan itu sejak satu, dua tahun ini," papar Mantan Dirjen Pajak ini.
Lebih jauh Darmin mengatakan, untuk negara emerging yang dibeli BI surat utangnya yakni negara yang sudah cukup mapan.
"Saya tidak usah bilanglah nama negaranya satu per satulah nanti bilang satu yang lain tidak karena negaranya banyak, tapi ya komposisinya walaupun dolar lebih sedikit besar tapi ya sudah mulai mendekati berimbang," tegas Darmin.
(dru/dnl)
