Suku Bunga The Fed Naik
Transaksi SUN Masih Turun
Kamis, 01 Jul 2004 13:13 WIB
Jakarta - Transaksi perdagangan obligasi diperkirakan masih akan menurun meski The Fed sudah mengumumkan kenaikan kisaran bunga sebesar 0,25 persen. Pasalnya investor menilai kenaikan bunga The Fed itu masih akan terjadi yang akan dilakukan secara bertahap oleh Allan Greenspan."Perdagangan obligasi terutama SUN turun rata-rata Rp 15 triliun per hari dibanding kondisi normal yang sebesar Rp 30 triliun per hari. Hal ini karena investor mengantisipasi kenaikan bunga The Fed yang sudah diantisipasi 2-3 minggu sebelumnya. Namun mereka masih belum berani ambil jangka panjang karena melihat kenaikan The Fed ini masih akan terjadi hingga mencapai 1,5 persen," kata Dirut Bursa Efek Surabaya (BES) Hindarmojo Hinuri di Bapepam, Jakarta, Kamis (1/7/2004).Menurut Hindarmojo faktor yang paling menentukan dalam perdagangan obligasi adalah tingkat suku bunga dibanding faktor lain seperti pemilu yang aman atau inflasi dan rupiah yang terkendali.Penurunan perdagangan SUN terus terjadi sejak Januari 2004 hingga sekarang. Penyebabnya adalah investor menunggu pengaruh kenaikan tingkat suku bunga The Fed terhadap SBI. "Kalau belum ada kepastian mereka memilih untuk trading (bermain jangka pendek)," katanya.Menurutnya pasar memprediksi The Fed masih akan menaikan suku bunganya hingga 1,5 persen. Kenaikan yang akan dilakukan kembali oleh The Fed ini menjadi pemicu investor di pasar obligasi belum berani masuk terlalu banyak. Apalagi investor masih menunggu berapa tingkat suku bunga SBI akan bergerak naik dari dampak The Fed tersebut.Selain obligasi pemerintah, obligasi korporasi menurut Hidarmojo juga mengalami penurunan transaksi dimana saat ini hanya sebesar Rp 50 miliar per hari.
(san/)











































