Menurut Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), Adityawarman, pengendara sering memanfaatkan Gerbang Tol (GT) sebagai sarana penukar uang pecahan kecil. Untuk itu ia mengimbau pengendara untuk menyediakan uang pas.
"Demi kelancaran kami mohon pakai uang pas. Karena dengan kembalian ada potensi antrian lebih panjang," kata Adit di kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Selasa (23/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang kembalian kami sediakan luar biasa, menjadi Rp 1,5 miliar. Apalagi bank sudah tutup kan," ungkapnya.
Ia menambahkan, meski volume kendaraan akan meningkat drastis pada arus mudik dan balik namun tidak berdampak langsung terhadap pendapatan perseroan. Rata-rata ditiap tahunnya, pendapatan ruas tol JSMR justru turun 10% dibandingkan hari normal.
"Kan yang naik Cikampek saja, tapi GT yang lain mengalami penurunan. Dalam satu hari saja GT Cikampek bisa mendapat Rp 80 juta, bisa naik hingga Rp 240 juta. Tol dalam kota malah turun 30%, karena ga ada yang melintas disana," paparnya.
Secara keseluruhan, Jasa Marga yakin arus mudik tahun ini lebih teratur dibandingkan periode sebelumnya. Dimana lama antrian di jalan tol akan berkurang signifikan.
Namun Adit tidak dapat mamastikan kelancaran arus, saat sumber kemacetan ada di jalan nasional non tol. Khususnya akibat penumpukan kendaraan roda dua.
"Kalau melihat sepeda motor kayak laron, ga mau dipotong. Pernah bahkan panjang sampai dengan 200 meter. Jika sudah demikian saya sulit. Namun hasil kunjungan di lapangan terakhir, akan ada jalur motor khusus mulai dari Karawang. Jadi tidak melewati perempatan Sadan," pungkasnya.
(wep/dru)











































