Sektor Perikanan Masih 'Dijauhi' KUR

Sektor Perikanan Masih 'Dijauhi' KUR

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2011 16:11 WIB
Jakarta - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perikanan terbilang masih sangat kecil. Dari total KUR sebesar Rp 16,39 triliun, porsi sektor perikanan hanya 20%.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam Apel Siaga Nasional Penyuluh Perikanan Tyenaha Kontrak Pendamping KUR Kelautan dan Perikanan di kantornya, Jakarta, Selasa (23/8/2011).

"KUR di sektor hulu, pertanian, perikanan, industri, dan usaha kecil itu masih kecil. Untuk ke situ baru 20%. Jika dipilah lebih dalam ke perikanan dan kelautan itu lebih kecil lagi," akunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadel melanjutkan, pemerintah menargetkan penyaluran KUR ke sektor hulu industri pertanian, perikanan, dan usaha kecil dapat meningkat menjadi 25%.

"KUR 2011 dari Januari sampai Juli kan baru mencapai Rp 16,39 triliun. Saya harap target Rp 20 triliun bisa tercapai. Tapi dominasinya diserap oleh perdagangan sebesar 60%," tutur Fadel.

Menurutnya, pemerintah bisa mengejar target penyerapan KUR hingga 25% untuk sektor terkait. Namun masih banyak kendala.

"Makanya kita berusaha untuk mengejar target itu dengan bantuan sektor perbankan. Ditambah juga dengan tambahan tenaga penyuluh," katanya.

Fadel mengatakan pihaknya menggaet PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) untuk bekerjasama menyalurkan kredit ke sektor pertanian. Dari dana yang disiapkan BNI sebesar Rp 1,3 triliun sudah terserap sebanyak hampir Rp 500 triliun untuk sektor sektor perikanan dan kelautan.

"Ini sudah bagus terserap hampir 50%. Kita usahakan sampai akhir tahun dapat segera tercapai. Presiden pun minta untuk segera percepat penyaluran KUR tersebut," ungkapnya.

Katanya, dengan adanya saluran KUR, industri sektor perikanan dan kelautan perlu didorong untuk melakukan bisnis model usaha, misalnya untuk usaha ikan lele, rumput laut, usaha ikan bandeng.

"Selain KUR kita hrus membuat bisnis model seperti itu. Tapi selain itu dibutuhkan tenaga penyuluh agar realisasinya dapat tercapai," tambah Hatta.

"Kita harus bisa mencontoh China, mereka sadar ketika ada peluang budidaya di sektor perikanan mereka langsung genjot habis-habisan. Makanya produksi mereka bisa sampai 40 juta ton. Kita saja baru rencanakan 27 juta ton sampai 2014. Mereka sudah ada keramba modern dan sistem perbankan yang luar biasa. Makanya kita harus berusaha kuat untuk salurkan KUR dan beri tenaga penyuluh supaya bisa berkembang cepat," harapnya.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads