Saat ditemui, Miranda mengatakan dirinya menikmati kegiatan mengajar yang sudah dijalaninya sekitar 40 tahun lalu. Mungkin ini bisa menjauhkannya dari polemik hukum kasus yang menyeret namanya.
"Sekarang saya mengajar di UI dari sampai semuanya tenang. Saya sejak 40 tahun lalu saya jadi dosen," kata Guru Besar FEUI ini ketika ditemui di kediaman Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (31/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemeriksaan KPK, total penerima traveller's cheque pemilihan Deputi Gubernur Senior BI mencapai puluhan orang dengan nilai total Rp 24 miliar. Kasus ini pertama kali dibuka oleh politisi PDIP Agus Condro. Agus mengaku menerima Rp 500 juta agar memilih Miranda pada 2004 silam. Karena sikapnya, Agus dipecat dari PDIP.
Miranda lahir di Jakarta, 19 Juni 1949 pernah ikut juga dalam pemilihan Gubernur BI di 2003 namun dikalahkan oleh Burhanuddin Abdullah.
(dnl/dnl)











































