Miranda: Perbankan RI Masih Paling Boros

Miranda: Perbankan RI Masih Paling Boros

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2011 11:00 WIB
Miranda: Perbankan RI Masih Paling Boros
Jakarta - Kinerja perbankan di Indonesia dinilai masih jauh dari efisien karena biaya operasi yang cukup besar. Karena itu suku bunga kredit perbankan di Indonesia masih cukup mahal.

Demikian disampaikan oleh mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S. Goeltom ketika ditemui di kediaman Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (31/8/2011).

"Jadi memang saya sarankan BI fokus kepada efisiensi perbankan karena bank-bank di Indonesia masih boros jika dibandingkan negara lain," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut Miranda mengatakan, efisiensi perbankan ini memang sangat penting. Meski memang, perbankan di Indonesia masih butuh investasi tinggi untuk memperbaiki sistem-sistemnya menjadi lebih baik.

"Bank juga sepertinya kurang memiliki visi untuk mengembangkan metode pemasarannya sehingga lebih efisien. jadi efisiensi itu penting, sebab kalau efisien maka pemilik tidak perlu lagi kasih bunga mahal," jelas Miranda.

Harusnya, lanjut Miranda, bank lebih rajin mendidik pegawainya untuk menjalankan bisnis dengan efisien. "Di BI saja ada pendidikan pegawai sehingga bisa bekerja dengan sangat efisien," tukasnya.

Meskipun begitu, Miranda mengatakan secara umum kondisi perbankan di Indonesia sangat baik dan tidak ada masalah. Bahkan bank-bank kecil yang selama ini dianggap kurang baik malah diincar oleh pihak asing.

Ini menunjukkan potensi bisnis perbankan di Indonesia masih sangat menggiurkan.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads