Bank Syariah Cetak Laba Rp 777 Miliar Selama Semester I-2011

Bank Syariah Cetak Laba Rp 777 Miliar Selama Semester I-2011

- detikFinance
Minggu, 04 Sep 2011 13:50 WIB
Bank Syariah Cetak Laba Rp 777 Miliar Selama Semester I-2011
Jakarta - Perbankan syariah berikut Unit Usaha Syariah (UUS) telah mengucurkan pembiayaan hingga Rp 82,6 triliun selama semester I-2011. Angka tersebut mengalami kenaikan 32,4% dari periode yang sama tahun 2010 yang hanya sebesar Rp 55,80 triliun.

BI juga mencatat hingga Juni 2011 atau selama semester I-2011, industri perbankan syariah dan UUS-nya telah mencetak laba sebesar Rp 777 miliar meningkat 34% dibandingkan pada Juni 2010 yang sebesar Rp 506 miliar

Pembiyaan bank syariah dan UUS lebih dominan di sektor jasa dan dunia usaha serta perdagangan, restoran dan hotel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian dikutip detikFinance dari Statistik Perbankan Syariah yang dirilis Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Minggu (4/9/2011).

Hingga Juni 2011, Bank Syariah dan UUS paling banyak mengucurkan pembiayaan modal kerja hingga Rp 36,35 triliun. Selain itu untuk jenis pembiayaan konsumsi tercatat sebanyak Rp 31,22 triliun dan Rp 15,03 untuk kredit investasi.

Bank umum syariah hingga Juni 2011 tercatat sebanyak 11 bank umum syariah dan 23 UUS.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya Siregar menyampaikan Di 2011, terdapat 3 proyeksi pertumbuhan target dari sisi aset yakni optimistis di mana tumbuh 55% atau sebesar Rp 150 triliun. Kemudian, moderat yakni tumbuh 45% sebesar Rp 141 triliun dan untuk pesimistis hanya tumbuh 35% yang sebesar Rp 131 triliun.

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan arah kebijakan di 2011,” tambahnya.

Pertama, yakni peningkatan human capital bagi industri perbankan syariah.

"Kita akan duduk bersama dengan praktisi syariah di mana membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di 2015 nanti. Agar tidak ada orang asing yang nantinya bekerja di bank syariah kita," jelas Mulya.

Kebijakan kedua, sambung Mulya yakni peningkatan kualitas sistem pengawasan. Di mana konsepnya adalah melanjutkan program pengawasan secara terintegrasi.

"Ketiga, program pengembangan pasar perbankan syariah. Kita akan menerapkan market development strategic plan untuk memposisikan perbankan syariah menjadi salah satu pilar ekonomi nasional," kata dia.

"Terakhir atau keempat adalah peningkatan pelayanan. Di mana mendorong peningkatan copetation atau cooperation-competition untuk meningkatkan kualitas perbankan syariah," imbuh Mulya.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads