"Sekarang jumlahnya sudah berkurang menjadi sekitar 350-an. Idealnya segitu," ujar Direktur Pemasaran Bank DKI Mulyatno Wibowo, ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Senin (5/9/2011).
Menurutnya dengan menutup ATM tersebut, efisiensi operasional bisa dijalankan dengan lebih baik. Selain itu, bank yang berniat menggelar IPO tahun depan ini juga merelokasi sejumlah ATM-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Efisiensi ini dilakukan Bank DKI untuk persiapan menghadapi Initial Public Offering alias IPO. Bank DKI merencanakan IPO pada awal 2012.
(dru/ang)











































