Rupiah Menguat, Trade Finance BNI Naik 110%

Rupiah Menguat, Trade Finance BNI Naik 110%

- detikFinance
Senin, 12 Sep 2011 12:15 WIB
Rupiah Menguat, Trade Finance BNI Naik 110%
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan volume transaksi perdagangan atau trade finance per Agustus 2011 sebesar US$ 15,4 miliar atau meningkat 110% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2010. Peningkatan ini salah satunya karena penguatan mata uang rupiah yang mengakibatkan transaksi ekspor meningkat.

"Angka tersebut telah melebihi target perseroan yang dipatok selama 2011 sebesar US$ 13 miliar," jelas Direktur Treasury and Financial Institution BNI, Adi Setianto di Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (12/9/2011).

Menurut Adi, salah satu faktor penguatan rupiah yang terjadi belakangan menyebabkan tingginya nilai ekspor. "Barang modal dari luar negeri menjadi lebih murah masuk ke Indonesia," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Adi, saat ini BNI memiliki 1.200 nasabah trade finance yang terdiri dari nasabah korporasi dan individu. Trade finance BNI, lanjut Adi, didukung oleh jaringan yang lebih dari 1.200 outlet di dalam negeri, 5 cabang luar negeri, 197 pusat pengumpulan dokumen, dan lebih dari 1.400 bank koresponden.

"Tahun ini juga, walapun telah melebihi targetnya trade finance BNI masih akan terus tumbuh 20% paling besar," jelas Adi.

Sementara hingga semester I tahun 2011 BNI telah membukukan volume trade finance di luar garansi bank sebesar US$ 10,5 miliar dengan komposisi transaksi ekspor sebesar 30% dan impor 70%. Sampai dengan semester I 2011, BNI telah memegang 26% pangsa pasar transaksi ekspor impor Indonesia.

Transaksi trade finance BNI saat ini didominasi oleh sektor korporasi, dan sebagai sasaran dalam pengembangan bisnis, BNI sudah mulai menggarap transaksi trade finance pada segmen.
Β 
Untuk menambah ekspansinya, BNI akan menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai bank koresponden. Serta, Adi mengatakan adapun bank luar negeri seperti Korea Exim Bank sebagai bank koresponden baru.

"BPD Jawa Barat sudah, nah kedepan potensi BPD masih cukup banyak yang belum masuk bank devisa. Kita akan bekerjasama juga dengan BPD Kaltim dan Kalteng serta untuk bank koresponden luar negeri kita akan bekerjsama salah satunya dengan Korea Exim Bank," papar Adi.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads