"Sampai dengan 12 September inflow sudah Rp 31,7 triliun. Masing-masing di kantor pusat Rp 8,4 triliun dan Rp 23,3 triliun di KBI (Kantor Bank Indonesia)," ungkap Deputi Direktur Direktorat Peredaran Uang BI, Adnan Juanda di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Adnan mengatakan, bank sentral mencatat inflow lebih banyak dari daerah-daerah seperti Surabaya, Bandung, Semarang, dan Denpasar. BI memiliki kantor perwakilan daerah (KBI) sebanyak 42 kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebutuhan uang beredar sendiri, lanjutnya, berdasarkan kebutuhan perekonomian. Sehingga kalau ekonomi semakin maju, maka kebutuhan uang beredar lebih banyak lagi.
"Kita kan ngga boleh membatasi keperluan kebutuhan jumlah uang, jadi ya kita layani. Kalau dibatasi kan itu pergerakan ekonomi jadi nggak lancar," tutup Adnan.
(dru/dnl)











































