Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono ketika ditemui di sela acara silaturahmi IBI-Perbanas di JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (14/9/2011).
"Pertumbuhan kredit Mutiara bisa Rp 9-10 triliun. Didukung oleh pertumbuhan kredit konsumer, khusus KKB kita sudah punya kerjasama dengan 27 multifinance adapun porsinya hingga 25% dari total kredit," ungkap Maryono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pertumbuhan kredit tersebut, Maryono optimistis aset Bank Mutiara akan terus menggelembung.
"Sampai akhir tahun, aset bisa capai Rp 12-13 triliun dengan laba Rp 300 miliar. Sehingga bisa memperbaiki ekuitas diatas Rp 1-1,2 triliun," paparnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuhan kredit konsumer yang melesat di industri perbankan perlu diwaspadai. Pertumbuhan kredit konsumsi bisa mengkhawatirkan bagi bank jikalau ada gejolak ekonomi yang menyebabkan nasabah gagal bayar.
"Kredit konsumsi memiliki potensi kerawanan terhadap bank kalau ada shock ekonomi seandainya nasabah gagal bayar," ungkap Juru Bicara BI, Difi Johansyah
Data BI menyebutkan nilai kredit konsumsi ini mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.
(dru/dnl)











































