"Saya lihat sebetulnya merata, ya hampir semua segmen kredit tumbuh yakni koorporasi, komersial dan UMKM pertumbuhannya cukup baik memang dalam beberapa hal kita risau dalam kredit konsumsi," kata Sigit.
"Tapi saya pikir pada akhirnya kalau kredit konsumennya juga terarah itu kan mengarakkan sektor industrinya juga," imbuh Komisaris BCA ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kerisauan itu wajar tapi kita juga perlu antisipasi mengenai kredit konsumsi karena pada dasarnya kredit konsumsi apalagi KPR itu secara relatif risikonya kan lebih terukur untuk banknya," jelas Sigit.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuhan kredit konsumer yang melesat di industri perbankan perlu diwaspadai. Pertumbuhan kredit konsumsi bisa mengkhawatirkan bagi bank jikalau ada gejolak ekonomi yang menyebabkan nasabah gagal bayar.
"Kredit konsumsi memiliki potensi kerawanan terhadap bank kalau ada shock ekonomi seandainya nasabah gagal bayar," ungkap Juru Bicara BI, Difi Johansyah
Data BI menyebutkan nilai kredit konsumsi ini mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.
(dru/dnl)











































