Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Jabar Bien Subiantoro usai Sindikasi dengan 3 BPD di MNC Tower, Jakarta, Jumat (16/9/2011).
"Sampai Juni itu Rp 26 triliun, kemudian masih bisa tumbuh lagi sekitar range-nya antara Rp 28 triliun sampai Rp 30 triliun sampai akhir tahun," kata Dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang Bank Jabar segmennya masih konsumer sekitar 60-70% karena selama ini pasarnya adalah kredit konsumer fix income seperti pegawai berpenghasilan tetap," ucapnya.
Untuk ke depannya porsi kredit akan diseimbangkan antara yang komersial dan konsumer. "Ke depan tentunya komersial lebih banyak, contohnya infrastruktur. Mungkin ke depannya turunlah porsi konsumer menuju ke 50:50," tuturnya.
Adapun untuk kredit mikro sampai Agustus 2011 tercatat sebesar Rp 3 triliun.
"Kita kalau mikro kreditnya kira-kira Rp 3 triliun. Itu juga akan menjadi prioritas kita untuk membangun jaringan mikro karena potensinya cukup besar," ucapnya.
Sementara untuk non performing loan (NPL) keseluruhan kredit tercatat sebesar 2%. Adapun dana pihak ketiga (DPK) sampai saat ini sebesar Rp 37 triliun. "Sekarang sudah Rp 37 triliun. Porsinya masih 60% deposito, 40% untuk giro dan tabungan. Tumbuh 20% setiap tahun," kata Bien.
(dru/dnl)











































