Ketua Komite Tetap Pengembangan Industri Primer Pertanian Kadin Adhi S Lukman mengatakan Indonesia ini negara kaya pertama dan negara agraris tetapi pertumbuhan sektor pertanian masih cukup lambat
"Terutama faktornya sulitnya pembiyaannya bagi petani. Banyak laporan yang mengatakan bahwa petani kita yang mengakses perbankan hanya 10 persen dari total petani dan kredit perbankan masih sekitar 2 persen yang disalurkan ke pertanian," ungkap Adhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya petani mau kredit traktor tapi tidak bisa karena traktor tidak ada BPKB. Tapi kalau kredit motor langsung di kasih karena ada BPKB padahal motor itukan konsumtif tidak produktif bagi petani. Jadi jaminan masalahnya," jelas Adhi.
"Harusnya kalau kita maju di pertanian kita harus mendukung apa yang menjadi hambatan dan harus di pecahkan," imbuhnya.
Oleh karena itu, Adhi meminta wacana pembentukan bank pertanian bisa terus diwujudkan.
"Nantinya, kredit perbankan kepada pertanian khususnya untuk para petani bisa ditingkatkan. Di beberapa negara sudah ada itu seperti di Thailand," tuturnya.
(dru/ang)











































