Jaga Rupiah, Anggaran BI 'Jebol' Rp 21 Triliun

Jaga Rupiah, Anggaran BI 'Jebol' Rp 21 Triliun

- detikFinance
Selasa, 20 Sep 2011 14:27 WIB
Jaga Rupiah, Anggaran BI Jebol Rp 21 Triliun
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit anggaran di awal September 2011 sebesar Rp 21,68 triliun. Defisit disebabkan karena besarnya dana untuk meredam volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroadmodjo kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (20/9/2011).

"Defisit pada tanggal 16 September 2011 itu sebesar Rp 21,68 triliun," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI telah menyetujui defisit anggaran Bank Indonesia (BI) dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) tahun 2011 sebesar Rp 45 triliun. Namun Komisi XI memberikan catatan agar setiap 3 bulan sekali bank sentral harus melaporkan realisasi anggaran operasional kepada Komisi XI.

"Jadi disetujui Rp 45 triliun anggaran kebijakan di 2011. Namun dengan catatan di mana harus lapor ke Komisi XI per 3 bulan sekali," ujar Anggota Komisi XI Nusron Wahid beberapa waktu lalu.

Namun Nusron mengatakan, angka defisit sebesar Rp 45 triliun merupakan subyektif dengan kata lain hanya perkiraan BI dan bisa saja meleset.

Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis dihubungi secara terpisah mengatakan Komisi XI siap memanggil Dewan Gubernur BI perihal penggunaan anggaran tersebut.

"Jadi kan sudah disepakati per 3 bulan BI harus paparkan anggaran yang terpakai terutama anggaran kebijakan. Jadi dalam waktu dekat kita segera panggil BI," tuturnya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini terus merosot dan menembus titik terendahnya di 9.050 per dolar AS. Menurut seorang pialang, BI sudah berjaga di pasar sejak Selasa pagi untuk mencegah dolar menembus Rp 9.100.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads