BI Akui Penguatan Rupiah Dipengaruhi Lancarnya Pemilu
Rabu, 07 Jul 2004 11:07 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menegaskan penguatan rupiah yang cukup tajam, Selasa, kemarin, disebabkan meningkatnya ekspektasi masyarakat sehubungan lancarnya pelaksanaan pemilu presiden."Saya melihat ini sebagai satu hal yang cukup melegakan karena berbagai faktor risiko dari masa transisi ini sudah terkurangi. Kita melihat pemilu berjalan lancar, aman, tertib, sehingga masyarakat merasa nyaman dan risiko berkurang," kata Burhan usai peresmian Sertifikasi Risiko di Gedung BI, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Rabu, (7/7/2004).Burhan melihat penguatan rupiah kali ini cukup kondusif dalam menjaga stabilitas perekonomian, khususnya dalam menjaga inflasi yang ditargetkan BI di kisaran 5,5-6,5 persen."Target ini masih dalam pikiran kita, kemungkinan akan tercapai apabila stabilitas yang kita peroleh akhir-akhir ini bisa kita pertahankan sampai akhir tahun," katanya.Burhan juga menjelaskan, pelemahan rupiah beberapa waktu lalu tidak disebabkan oleh faktor fundamental, tapi lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal seperti melemahnya perekonomian Cina."Saya kira penguatan rupiah sekarang adalah dalam rangka mengembalikan dirinya kepada fundamental rupiah yang seharusnya," ujar dia.Burhan juga menjelaskan, berdasarkan hitungan para peneliti di BI, nilai tukar rupiah saat ini masih berada para porsi yang cukup baik bagi ekspor yang tercermin dari tingginya nilai ekspor pada Mei 2004 yang mencapai 5,5 miliar dolar AS.
(mi/)










































