Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad ketika ditemui di sela diskusi Islamic Banking And Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
"Rata-rata kredit per minggu tumbuh antara Rp 6-10 triliun dan saat ini secara year on year telah tumbuh hingga 24%," ungkap Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Muliaman memang mengakui terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pertumbuhan kredit.
"Kredit investasi tumbuh sangat cepat. Kita tidak menutup mata, ada beberapa item juga dari kredit konsumsi yang cukup cepat. Terutama misalnya pembiayaan kendaraan bermotor. Apakah sudah terlalu cepat? Ya kita terus pantau. Kalau dari angka-angkanya itu masih dalam batas wajar," jelas Muliaman.
Lebih jauh Muliaman meminta kepada industri perbankan untuk terus mendorong peningkatan manajemen risiko untuk mengantisipasi buruknya kondisi global yang berakibat kepada kredit macet di perbankan.
"Kita terus minta bank untuk memperhatikan manajemen risiko. Dengan diimbangi kecukupan modal yang sekarang menurut saya kapasitas nya besar. Bank harus cukup berhati-hati," sambungnya.
(dru/ang)











































