BI Was-was Kredit Otomotif Tumbuh Tinggi

BI Was-was Kredit Otomotif Tumbuh Tinggi

- detikFinance
Kamis, 22 Sep 2011 14:52 WIB
BI Was-was Kredit Otomotif Tumbuh Tinggi
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuhan kredit konsumsi terutama di sektor otomotif cukup tinggi. Bank sentral memberi perhatian khusus untuk memantau kredit yang pertumbuhannya sudah mencapai 30% ini.

"Pertumbuhan kredit konsumsi sebenarnya masih lebih kecil dibandingkan tahun lalu, tetapi ada beberapa sektor dan subsektor yang mendapat perhatian lebih kita karena relatively pertumbuhannya sudah di atas 30% seperti kredit otomotif kendaraan roda empat," ungkap Muliaman

Muliaman menambahkan, bank sentral telah mempunyai beberapa opsi untuk mengatur lebih jauh mengenai pesatnya kucuran kredit di sektor kendaraan bermotor ini. Terutama, sambungnya adalah mengkaitkan kredit lebih kepada nilai alias loan to value.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu salah satu opsi (loan to value) itu satu opsi yang bisa dipertimbangkan. Tetapi saat ini so far kredit konsumsi masih dalam koridor karena pertumbuhan masih lebih rendah dibanding tahun lalu," jelas Muliaman.

BI memang sempat mewanti-wanti terjadinya bubble (gelembung) di sektor otomotif dan properti. Beberapa perubahan tengah disiapkan seperti rencananya menaikkan uang muka (down payment/DP) lebih besar.

"Misalnya kita mau beli mobil kan bank bayarin 90% kita bayar 10% makanya kita nanti down payment diperbesar. Angkanya nanti yah," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono beberapa pekan lalu.

Selama ini, kata Hartadi, ada yang namanya loan to value ratio. Konsep itu diakuinya memang belum diterapkan secara sistematis, namun secara rata-rata menggunakan komposisi kredit bank 90% dan 10% uang konsumen.

Data BI menyebutkan nilai kredit konsumsi ini mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). BI mengungkapkan pertumbuhan ini sudah mendekati ambang batas BI.

Saat ini kredit perumahan mencapai Rp 17,9 triliun. Sebanyak 45% di antaranya merupakan kredit rumah di bawah tipe 70 m2 atau masuk kategori rumah sederhana. Adapun kredit kendaraan senilai Rp 12,6 triliun dan kredit multiguna Rp 14,5 triliun.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads