BI Antisipasi Membanjirnya Kredit Konsumsi Bank

BI Antisipasi Membanjirnya Kredit Konsumsi Bank

- detikFinance
Sabtu, 24 Sep 2011 16:08 WIB
BI Antisipasi Membanjirnya Kredit Konsumsi Bank
Bandung - Bank Indonesia (BI) siap mengantisipasi derasnya pengucuran kredit konsumsi yang diberikan bank jika telah mencapai pertumbuhan yang mengkhawatirkan. Tolak ukur BI dalam melihat kredit konsumsi yang terlewat batas yakni ketika pertumbuhannya mencapai 40%.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad ketika ditemui disela acara Transparansi Produk, Perlindungan dan Mediasi Nasabah Perbankan di Hotel Papandayan, Bandung, Sabtu (24/9/2011).

"Saat ini pertumbuhannya masih dalam koridor yang belum mengkhawatirkan kita baru akan atur jika nantinya pertumbuhan kredit konsumsi mencapai 40%-50%," ungkap Muliaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Deputi Bidang Penelitian dan Pengaturan Perbankan ini, pertumbuhan kredit konsumsi masih berada di level 30%. Secara keseluruhan pertumbuhan kredit perbankan masih berada di 24,2%.

"Pertumbuhan kredit konsumsi masih 30% dan sesuai Rencana Bisnis Bank pertumbuhan kredit masih sejalan dengan targetnya. Posisi terakhir kredit tumbuh 24,2%," jelas Muliaman.

Dari seluruh porsi kredit yang disalurkan, Muliaman mengatakan walaupun pertumbuhan kredit konsumsi cukup tinggi tetapi masih didominasi oleh pertumbuhan kredit yang produktif. Muliaman menambahkan, bank sentral telah mempunyai beberapa opsi untuk mengatur lebih jauh mengenai pesatnya kucuran kredit di sektor kendaraan bermotor ini. Terutama, sambungnya adalah mengaitkan kredit lebih kepada nilai alias loan to value.

"Itu salah satu opsi (loan to value) itu satu opsi yang bisa dipertimbangkan. Tetapi saat ini so far kredit konsumsi masih dalam koridor karena pertumbuhan masih lebih rendah dibanding tahun lalu," jelas Muliaman.

Seperti diketahui, Data BI menyebutkan nilai kredit konsumsi ini mencapai Rp 113 triliun hingga awal Agustus 2011 lalu atau tumbuh 6,2% sepanjang tahun (ytd) dan 23,2% secara year on year (yoy). Kini kredit konsumsi tumbuh hingga 30% yang sudah mendekati ambang batas BI.

Saat ini kredit perumahan mencapai Rp 17,9 triliun. Sebanyak 45% di antaranya merupakan kredit rumah di bawah tipe 70 m2 atau masuk kategori rumah sederhana. Adapun kredit kendaraan senilai Rp 12,6 triliun dan kredit multiguna Rp 14,5 triliun.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads