Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Wiwie Kurnia di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (27/9/2011).
"Kita ini aneh, saat turun kita sudah meningkatkan. Saat naik disuruh stop. Selama ini kan pertumbuhan ini didukung oleh buying power yang juga meningkat," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad mengaku, pertumbuhan kredit konsumsi terutama di sektor otomotif cukup tinggi. Bank sentral memberi perhatian khusus untuk memantau kredit tersebut.
Atas pertimbangan tersebut, bank sentral mempunyai beberapa opsi untuk mengatur lebih jauh mengenai pesatnya kucuran kredit di sektor kendaraan bermotor ini. Terutama, sambungnya adalah mengaitkan kredit lebih kepada nilai alias loan to value.
"Pertumbuhan kredit konsumsi sebenarnya masih lebih kecil dibandingkan tahun lalu, tetapi ada beberapa sektor dan sub sektor yang mendapat perhatian lebih kita karena relatively pertumbuhannya sudah di atas 30% seperti kredit otomotif kendaraan roda empat," ungkap Muliaman.
(wep/dnl)











































