Demikian disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan usai Rapat dengan Menteri Perekonomian di Kantor Menteri Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (3/10/2011).
"Tahun ini realisasi bisa mencapai Rp 25-26 triliun. Sampai September 2011 saja sudah mencapai Rp 22 triliun lebih nah di 2012 bisa mencapai Rp 30 triliun," ungkap Syarif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama Deputi Menko Perekonomian Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan, Erlangga Mantik mengungkapkan tingkat suku bunga KUR diberi kebebasan bagi bank maksimal 22%.
"Jadi bank diberikan keleluasaan untuk memberikan suku bunganya maksimal 22%. Bisa di bawah itu tergantung cost of fund (beban bunga) masing-masing bank," tuturnya.
Menurut Erlangga, ke depan pemerintah akan mengkaji kembali untuk menurunkan bunga KUR. "Masih belum dipastikan penurunannya tetapi akan kita bahas," tambahnya.
Dari sisi penjaminan, Erlangga mengatakan dengan dikucurkan modal tambahan sesuai APBN 2011 kepada Askrindo dan Jamkrindo maka penjaminan sudah terpenuhi untuk mencover seluruh pengucuran KUR.
Seperti diketahui, terkait program Masterplan Perluasan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan Presiden SBY, pengucuran KUR berdasarkan data Kementerian BUMN mencatat prestasinya.
Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Keuangan Parikesit Suprapto menyampaikan realisasi KUR per 23 September 2011 telah mencapai Rp 21,526 triliun
"Dengan jumlah debitur mencapai 1.462.780 debitur atau 107,6% dari target Rp 20 triliun," tuturnya.
Berikut data pengucuran KUR berdasarkan data Kementerian BUMN :
BNI
- Realisasi KUR Rp 2,357 triliun (94,3%)
- Dengan jumlah debitur = 35.734 debitur
- Realisasi KUR Ritel Rp 2,213 triliun
- Dengan jumlah debitur = 12.000 debitur
- Realisasi KUR Mikro = Rp 10,224 triliun
- Dengan jumlah debitur = 1.292.771 debitur
- Total Pengucuran KUR Rp 12,436 triliun (124,4%)
- Realisasi KUR Rp 2,791 triliun (93,0%)
- Dengan jumlah debitur = 74.959 debitur
- Realisasi KUR Rp 473 miliar (59,2%)
- Dengan jumlah debitur = 3.538 debitur
- Realisasi KUR Rp 141 miliar (40,2%)
- Dengan jumlah debitur = 1.096 debitur
- Realisasi KUR Rp 564 miliar (94,0%)
- Dengan jumlah debitur = 6.545 debitur
- Realisasi KUR Rp 2,761 triliun (100,5%)
- Dengan jumlah debitur = 36.137 debitur
- Januari : Rp 1,868,3 triliun (151.758 debitur)
- Februari : Rp 1,896,3 triliun (148.010 debitur)
- Maret: Rp 2,704 triliun (164.650 debitur)
- April: Rp 2,389 triliun (156.479 debitur)
- Mei: Rp 2,444 triliun (164.638 debitur)
- Juni: Rp 3,272 triliun (203.871 debitur)
- Juli: Rp 2,892 triliun (197.132 debitur)
- Agustus: Rp 2,983 triliun (200.521 debitur)
- 1-23 September: Rp 1,076 triliun (80.662 debitur)











































