Demikian disampaikan oleh Direktur Pengedaran Uang BI Muhammad Dahlan ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jumat (7/10/2011).
"Selain melalui wayang kulit, kita adakan sosialisasi melalui forum-forum pengajian di daerah," kata Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya kira lebih efektif seperti ini," tambahnya.
Dahlan mengungkapkan selama lima bulan pertama di 2011 telah ditemukan uang palsu sebanyak 57.380 lembar. Dari angka tersebut, bank sentral menyimpulkan telah terjadi penurunan peredaran uang palsu menjadi hanya 6 lembar dari 1 juta bilyet uang asli dari periode yang sama di 2010 yang sebanyak 7 lembar dari satu juta lembar uang beredar.
"Sampai Mei ditemukan 57.380 lembar uang palsu atau 6 lembar per 1 juta lembar. Itu year on year dalam lima bulan turun dari 2010 sebanyak 70.104 lembar uang palsu atau 7 lembar per 1 juta lembar," tuturnya.
BI 'Bersih-Bersih' Uang Di Jayapura
Pada kesempatan yang sama Dahlan mengatakan BI siap melakukan operasi 'clean money policy' dan pemberantasan uang palsu ke perbatasan di Jayapura. Bank sentral menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI AL) dalam operasi tersebut.
"Kita akan ke Jayapura, masih sama bersama dengan TNI AL," kata Dahlan.
Dijelaskan Dahlan, BI memang sering ke perbatasan dalam rangka mewujudkan kedaulatan NKRI, melalui perwujudan eksistensi mata uang rupiah.
"Perwujudan eksistensi rupiah itu melalui clean money policy dan mencegah peredaran uang palsu," tuturnya.
Kedepan BI tengah mempersiapkan MoU bersama TNI dalam hal operasi tersebut.
(dru/ang)











































