Tak Bisa Beradaptasi, Bank Siap-siap Ditinggal Nasabah

Tak Bisa Beradaptasi, Bank Siap-siap Ditinggal Nasabah

- detikFinance
Jumat, 07 Okt 2011 16:10 WIB
Tak Bisa Beradaptasi, Bank Siap-siap Ditinggal Nasabah
Yogyakarta, - Bank harus bisa beradaptasi dengan lingkungan pada era globalisasi seperti saat ini. Jika tidak mampu merespons perubahan, bank akan tertinggal dan ditinggalkan nasabah.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (dirut) Bank Mandiri, Zulkifli Zaini dihadapan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung Graha Sabha Pramana (GSP) di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (7/10/2011).

"Bank Mandiri harus siap beradaptasi, bila ngotot dengan produk lama akan ditinggalkan nasabah," ungkap Zulkifli dalam acara "Mandiri Edukasi, Kesungguhan Mandiri Mencerdaskan Anak Negeri".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, bank yang baik adalah yang bisa responsif dan beradaptasi dengan lingkungan. Bank tidak perlu besar namun mampu responsif terhadap perubahan.

"Apa yang terjadi bila kita (bank-red) tidak responsif terhadap perubahan," tegas Zulkifli.

Dia kemudian mencontohkan berbagai hal yang telah dilakukan Bank Mandiri diantaranya membuka layanan internet banking, SMS channel dan SMS banking. Saat ini transaksi di Bank Mandiri setiap hari mencapai lebih 3 juta transaksi. Sebanyak 400 ribu merupakan transaksi manual, selebihnya adalah transaksi internet banking.

"Sekarang ini tidak mungkin secara manual, banyak transaksi yang harus dilakukan secara cepat. Perkembangannya bukan lagi deret ukur tapi deret hitung. Karena itu bank harus siapkan SMS banking, internet banking dan sebagainya," katanya.

Zulkifli menambahkan pemakaian teknologi seperti komputer juga akan membantu dalam bisnis perbankan. Karena itu tidak ada toleransi komputer mati. Sebab kalau komputer down akan ada ribuan transaksi yang macet.

"Satu jam komputer mati, di call center kita pasti akan penuhi komplain pelanggan," papar Zulkifli.

Untuk mengatasi hal tersebut lanjut dia, pihaknya sudah menyiapkan berbagai cara diantaranya lebih dari satu cadangan komputer yang siap mengambil-alih.

"Karena itu kami tidak toleran bila ada komputer mati atau listrik mati," katanya.

Menurut dia, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik maka harus ada kemauan dan komitmen seorang pemimpin itu harus bisa menjadi role model bagi pegawainya. Seorang pemimpin harus mampu menjadi membangun komunikasi efektif dan intensif baik secara internal dan eksternal.

"Pemimpin yang baik itu juga harus bisa menularkan kemampuannya pada orang lain" pungkas Zulkifli.

(bgs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads