Wow! Dalam Sehari ORI008 Laku Rp 1,885 Triliun

Wow! Dalam Sehari ORI008 Laku Rp 1,885 Triliun

- detikFinance
Sabtu, 08 Okt 2011 10:31 WIB
Wow! Dalam Sehari ORI008 Laku Rp 1,885 Triliun
Jakarta - Penjualan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 disambut masyarakat. Hari pertama penjualan, jumlah pemesanan sudah mencapai Rp 1,885 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Sabtu (8/10/2011).

"Hari pertama pemesanan sdh Rp1,885 triliun dari 2.937 investor individu. Luar biasa, memecah rekor sepanjang sejarah penerbitan ORI selama ini," cetus Rahmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rahmat, untuk situasi krisis ORI merupakan instrumen investasi paling aman karena dijamin negara. Selain itu, kupon atau bunga ORI008 sebesar 7,3% lebih tinggi dari rata-rata deposito dan pajaknya hanya 15%, lebih kecil dibanding deposito yang pajaknya 20%.

"ORI bisa diperdagangkan dibanding deposito tidak bisa diperdagangkan," kata Rahmat.

Keuntungan lain dari ORI ini, lanjut Rahmat adalah bisa dibeli maksimal Rp 3 miliar dan semuanya dijamin penuh oleh negara. "Tapi taruh uang di deposito yang dijamin hanya Rp 2 miliar dengan bunga penjaminan lebih rendah yaitu 7,25%," tukas Rahmat.

Seperti diketahui, ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011.

Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual yakni:

  1. Bank UOB Indonesia
  2. Citibank, N.A
  3. PT ANZ Bank Panin
  4. PT Bank Bukopin Tbk
  5. PT Bank Central Asia Tbk
  6. PT Bank CIMB Niaga Tbk
  7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  8. PT Bank Internasional Indonesia Tbk
  9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  10. PT Bank Mega Tbk
  11. PT Bank Negara Indonesia Tbk
  12. PT Bank OCBC NISP Tbk
  13. PT Bank Panin Tbk
  14. PT Bank Permata Tbk
  15. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  16. PT Ciptadana Securities
  17. PT Danareksa Sekuritas
  18. PT Kresna Graha Securindo
  19. PT Lautandhana Securindo
  20. PT Mega Capital Indonesia
  21. PT Reliance Securities Tbk
  22. PT Sucorinvest Central Gani
  23. PT Trimegah Securities Tbk
  24. Standard Chartered Bank
  25. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
Sebelumnya pemerintah telah lima kali menerbitkan ORI hingga ORI 007 pada Agustus 2010 lalu. Dana penerbitan ORI tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads