Pemerintah Belgia sepakat untuk melakukan nasionalisasi bank Dexia untuk mengatasi krisis yang terjadi pada bank 'blasteran' Prancis-Belgia itu. Pemerintah Belgia akan mengambil kontrol total dari unit bank Dexia yang ada di negara tersebut.
Demikian disampaikan Perdana Menteri Belgia, Yves Leterme usai sidang kabinet, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/10/2011).
PM Leterme mengatakan, langkah itu diambil untuk mengamankan bank ritel tersebut di dalam negeri dan membebaskannya dari setiap risiko yang disebabkan oleh lingkungan didalam induk bank Dexia, Dexia SA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kesepakatan ini, harapan pemerintah Belgia adalah tidak untuk bertahan mengontrol bank tersebut atau meninggalkannya secara cepat tapi menjamin kelanjutannya," ujar Reynders.
Ia mengatakan, Belgia akan menjamin pendanaan dari 'bad bank' di masa depan yang akan tetap ada setelah terpecahnya Dexia Group, menjadi 60% atau sekitar 54 miliar euro. Jaminan untuk Bank Dexia diberikan oleh 3 negara yakni Prancis, Belgia dan Luxemburg nilainya mencapai 90 miliar. Dana itu lebih rendah dibandingkan dana ketika bank tersebut diselamatkan pada tahun 2008 sekitar US$ 150 miliar.
Dexia Bank mengalami krisis akibat tingginya eksposure pada surat utang global. Menurut Reuters, Bank Dexia memiliki eksposure risiko kredit global senilai US$ 700 miliar, atau 2 kali dari PDB Yunani. (qom/ang)











































