"ATM di Indonesia masih sedikit sekali," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiatmadja di Hotel Ritz Calton, Mega Kuninga, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
Ia menambahkan, dengan jumlah ATM yang minim menyebabkan antrean semakin mengular. Untuk itu, ia menghimbau perbankan lain meningkatkan investasi di layanan ATM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo sama-sama lakukan investasi kalau mau join dalam (jaringan) ATM ini. Jangan hanya andalkan (ATM) BCA dan Mandiri. Harus ada syarat investasi, karena ini untuk kepentingan nasabah." tegasnya.
Namun, jangan hanya penambahan mesin ATM tapi yang lebih penting adalah investasi dalam servis dan perawatan.
"Kalau macet, uang habis, harus cepat bisa diperbaiki, bersih. Deteksi orang yang lakukan tindakan. Bukan hanya mesin, tapi maintenance dan service level yang baik," imbuh Jahja.
(wep/qom)











































