Jumlah ATM di Indonesia Minim, Bikin Nasabah Capek Antre

Jumlah ATM di Indonesia Minim, Bikin Nasabah Capek Antre

- detikFinance
Selasa, 11 Okt 2011 17:47 WIB
Jakarta - Jumlah ATM di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga menyebabkan nasabah lelah mengantre. Dalam jangka pendek untuk mengurangi antrean, interkoneksi jaringan ATM seluruh perbankan nasional diperlukan sehingga, dapat membantu transaksi secara elektronik dapat berjalan baik.

"ATM di Indonesia masih sedikit sekali," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiatmadja di Hotel Ritz Calton, Mega Kuninga, Jakarta, Selasa (11/10/2011).

Ia menambahkan, dengan jumlah ATM yang minim menyebabkan antrean semakin mengular. Untuk itu, ia menghimbau perbankan lain meningkatkan investasi di layanan ATM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Brasil mencapai 39-40 ribu ATM untuk satu bank. Segitu banyak. Mandiri dan BCA hanya 7-8 ribu, padahal loading transaksi begitu tinggi. Jadi kasian nasabah untuk antre. Harusnya diberi tambahan," papar Jahja.

"Ayo sama-sama lakukan investasi kalau mau join dalam (jaringan) ATM ini. Jangan hanya andalkan (ATM) BCA dan Mandiri. Harus ada syarat investasi, karena ini untuk kepentingan nasabah." tegasnya.

Namun, jangan hanya penambahan mesin ATM tapi yang lebih penting adalah investasi dalam servis dan perawatan.

"Kalau macet, uang habis, harus cepat bisa diperbaiki, bersih. Deteksi orang yang lakukan tindakan. Bukan hanya mesin, tapi maintenance dan service level yang baik," imbuh Jahja.



(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads