Permintaan ORI 'Membengkak', Agen Penjual Minta Tambahan Jatah

Permintaan ORI 'Membengkak', Agen Penjual Minta Tambahan Jatah

- detikFinance
Jumat, 14 Okt 2011 08:38 WIB
Jakarta - Pemesanan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 memasuki hari ke-5, dengan total penjualan sudah mencapai Rp 8,4 triliun. Para agen penjual pun meminta tambahan jatah.

"Jumlah pemesanan sudah mencapai Rp 8,4 triliun, dengan 11.996 investor," jelas Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Jumat (13/10/2011).

Dikatakan Rahmat, sejak hari kedua pemesanan sudah ada 2 agen penjual yang meminta tambahan jatah penjualan ORI008 ini. Namun menurut Rahmat, kemungkinan tidak semua permintaan penambahan jatah bakal dipenuhi pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemungkinan tidak semua permintaan tambahan quota atau jatah dari agen penjual dapat sepenuhnya dipenuhi oleh pemerintah. Minat investor luar biasa," kata Rahmat.

Pemerintah sebelumnya sudah menawarkan ORI hingga ORI007, yang dananya digunakan untuk pembangunan. ORI008 menawarkan kupon atau bunga sebesar 7,3% lebih tinggi dari rata-rata deposito dan pajaknya hanya 15%, lebih kecil dibanding deposito yang pajaknya 20%.

Keuntungan lain dari ORI ini, lanjut Rahmat adalah bisa dibeli maksimal Rp 3 miliar dan semuanya dijamin penuh oleh negara. Berbeda dengan simpanan deposito yang penjaminannya hanya untuk dana maksimal Rp 2 miliar.

ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011. Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual yakni:

  1. Bank UOB Indonesia
  2. Citibank, N.A
  3. PT ANZ Bank Panin
  4. PT Bank Bukopin Tbk
  5. PT Bank Central Asia Tbk
  6. PT Bank CIMB Niaga Tbk
  7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  8. PT Bank Internasional Indonesia Tbk
  9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  10. PT Bank Mega Tbk
  11. PT Bank Negara Indonesia Tbk
  12. PT Bank OCBC NISP Tbk
  13. PT Bank Panin Tbk
  14. PT Bank Permata Tbk
  15. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  16. PT Ciptadana Securities
  17. PT Danareksa Sekuritas
  18. PT Kresna Graha Securindo
  19. PT Lautandhana Securindo
  20. PT Mega Capital Indonesia
  21. PT Reliance Securities Tbk
  22. PT Sucorinvest Central Gani
  23. PT Trimegah Securities Tbk
  24. Standard Chartered Bank
  25. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads