Incar Deputi Gubernur BI, Perry Janji Turunkan Bunga Kredit

Incar Deputi Gubernur BI, Perry Janji Turunkan Bunga Kredit

- detikFinance
Jumat, 14 Okt 2011 14:40 WIB
Incar Deputi Gubernur BI, Perry Janji Turunkan Bunga Kredit
Jakarta - Perry Warjiyo saat ini menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dia berjanji fokus memperjuangkan penurunan bunga kredit yang saat ini masih sangat mahal.

"Justru memang itu (penurunan bunga kredit) bagian salah satu komitmen saya dan selama ini sudah dilakukan termasuk yang kemarin suku bunga BI rate sudah diturunkan," kata Perry ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Saat ini Perry menjabat sebagai Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI. Dia pernah mengikuti pemilihan Deputi Gubernur BI sebelumnya, namun kalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini dia maju kembali dengan mengusung 6 visi yang akan dia jalankan apabila dia terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.

"Sebagai pegawai Bank Indonesia, saya jelas siap memegang amanat itu kalau memang diberikan suatu amanat saya selalu dari sekarang siap dan ke depan saya dipercaya dalam kesempatan itu dan itu sebagai amanat, saya kan sudah berkarir panjang di BI. Dan sudah menempati posisi penting di BI, dan apa yang saya lakukan di BI memperkuat kinerja BI dan Insya Allah itu menjadi bagian juga komitmen saya ke depan," papar Perry.

Menurut Perry, ada enam aspek yang bisa dilakukan untuk berkontribusi dengan BI dan negara. Adapun keenam aspek tersebut yakni :

  1. Follow up dari apa yang dilakukan di sektor moneter dengan menurunkan suku bunga sehingga mendorong pembiayaan dan dapat diikuti dengan penurunan suku bunga di perbankan sehingga berkontribusi dan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi
  2. Memperkuat langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak dari krisis global, agar lebih kuat mencegah dan menangani krisis. Beberapa hal sudah dilakukan BI, seperti protokol manajemen krisis yang dilakukan BI yang terkait dengan nilai tukar dengan perbankan, lalu kerjasama dengan Kementerian Keuangan untuk memperkuat protokol manajemen krisis itu supaya sejalan dengan apa yang dilakukan Kementerian Keuangan untuk pasar obligasi dan pasar modal.
  3. Terkait dengan perbankan, bagaimana meningkatkan peran baik dari sisi efisiensi, persaingannya untuk intermediasi bagi perbankan nasional dalam tahap persiapan dan daya tahan untuk menghadapi persaingan bebas ke depan.
  4. Sistem pembayaran terkait dengan efisiensi sistem pembayaran terkait dengan NPG, baik di dalam sistem pembayaran nasional dan sistem pembayaran dengan luar negeri.
  5. Meningkatkan peran BI di sektor riil, selain stabilisasi harga dan rupiah, BI perlu juga berkiprah di sektor rill, kemudian sektor UMKM dan pembagian sektor rill dan pembagian itu sangat penting dan tentu saja itu sebagai aspek dan dilakukan. Lalu dan memperkuat kondisi keuangan BI dan pemerintah serta tata kelola dan langkah-langkah bagaimana mempercepat penggunaan obligasi pemerintah dalam instrumen moneter dalam pengganti sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk memperkuat keuangan BI jangka panjang.
  6. Bagaimana meningkatkan dan memperkuat kondisi keuangan dan internal BI.
Selain itu, Perry mengatakan akan terus mendorong kebijakan yang sudah ada seperti untuk prime lending rate yang intinya bagaimana menurunkan spread dari suku bunga kredit dan deposito, dan diharapkan memang apa yang dilakukan penurunan BI rate dan itu akan di ikuti perbankan.

"Kita tahu akan ada keterlambatan waktu tapi arahnya akan ke sana dan apa yang kita lakukan dari sisi moneter dengan suku bunga kemarin bisa berdampak ke sektor riil. Itu salah bagian dan program yang akan saya usungkan sebagai bersilatuhrahmi dengan DPR," terangnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads