Politisi PKS ini meminta bank tidak egois dan mencari-cari alasan untuk tidak menurunkan suku bunganya.
"Setelah turunya BI Rate dan kemudian diikuti penurunan suku bunga penjaminan LPS maka sudah seharusnya perbankan menurunkan suku bunga kredit. Bank jangan egois, dan terus mencari-cari alasan untuk memperlambat penurunan suku bunga kredit," kata Kemal kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (16/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemal juga meminta secara tegas, terutama untuk bank-bank BUMN agar menjadi pelopor untuk segera menurunkan suku bunga kredit. Karena market share bank BUMN besar, nanti diharapkan bank lainnya juga akan mengikuti.
"Keuntungan yang diraih perbankan pada semester lalu sudah meningkat sangat tinggi, diatas 40%. Perbankan harus peduli untuk mendorong dinamika sektor riil," tuturnya.
"Suku bunga kredit mikro yang masih dikisaran 20 persen, sangat-sangat mahal dan tidak adil. Mereka juga harus peduli dengan kondisi ini. Bank harus memikirkan keberlanjutan dunia usaha nasional ditengah ancaman resesi," imbuh Kemal.
LPS menurunkan suku bunga penjaminan di bank umum untuk simpanan dalam mata uang rupiah turun 25 bps dari 7,25 persen menjadi 7,00 persen. Sementara untuk simpanan dalam valuta asing pada bank umum turun 75 bps dari 2,75 persen menjadi 2,00 persen.
Sedangkan untuk suku bunga simpanan di BPR turun 25 bps dari 10,25 persen menjadi 10,00 persen. Alasan utama penurunan ini karena inflasi relatif rendah dan likuiditas perbankan saat ini cukup baik, sehingga diperkirakan suku bunga simpanan akan turun.
(dru/dru)











































