Secara tegas, bank sentral mengimbau bank agar tidak menempatkan sembarang pegawai, namun justru yang sudah terlatih dan memiliki skill untuk mengatur perencanaan keuangan dan mengenal seluruh produk perbankan.
"Banyak bank yang memiliki layanan Wealth Management di mana menawarkan juga non bank produk. Tetapi justru SDM-nya tidak mendukung," kata Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak SDM yang memberikan perencanaan keuangan tetapi tidak mengerti dan justru tidak profesional," imbuh Halim.
Menurut Halim, jika hal tersebut terjadi maka otomatis menimbulkan risiko sendiri bagi banknya.
"Akhirnya terjadi pembajakan juga dari pegawainya," ungkap Halim.
Oleh sebab itu, Halim mengimbau kepada bank pegawai yang bekerja di bawah Wealth Management dan Private Banking harus memiliki sertifikasi khusus. Seperti sertifikat resmi yang dikeluarkan melalui, Certified Wealth Management Association (CWMA).
"Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan layanan serta mem-protect konsumer," tegasnya.
BI sendiri, sambung Halim masih merumuskan konsep dan garis besar serta aturan bagi bank dalam memberikan layanan kepada nasabah prima. "Nantinya akan tertuang dalam aturan di mana masuk kriteria produk, layanan, dan kategori nasabah," tutup Halim.
Seperti diketahui kasus private banking sempat ramai karena penipuan yang dilakukan oleh pegawai Citibank yaitu Malinda Dee.
(dru/dnl)











































