1,1 Juta Orang Berpotensi Jadi Nasabah Kaya Bank

1,1 Juta Orang Berpotensi Jadi Nasabah Kaya Bank

- detikFinance
Selasa, 18 Okt 2011 12:24 WIB
1,1 Juta Orang Berpotensi Jadi Nasabah Kaya Bank
Jakarta - Perkembangan industri wealth management dan private banking terus melesat seiring dengan bertambahnya nasabah 'kaya' dan keinginan berinvestasi oleh para masyarakat.

Terdapat sebanyak 1,1 juta potensi nasabah baru wealth management seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia.

Pasca kasus Malinda Dee, industri perbankan juga terus bebenah untuk lebih memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para nasabahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chairman Certified Welath Management (CWMA) Darmadi Sutanto mengatakan perkembangan wealth management diiringi oleh situasi yang muncul akhir-akhir ini.

"Di mana nasabah wealth management tidak diberikan penjelasan tentang profil risiko yang benar. Sebagaimana kita ketahui pemahaman risiko di balik imbal hasil yang diperoleh menjadi suatu hal yang penting," kata Darmadi dalam CWMA Conference 2011 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Menurut Darmadi, bank terus bebenah dalam memberikan layanan wealth management karena potensi market masih besar.

"Potensinya itu 1,1 juta orang. Di mana spending-nya per hari mencapai US$ 10-20 bahkan ada yang US$ 50.000 penghasilan per tahun," terangnya.

Ia mengatakan, produk apa yang sesuai dan diminati masyarakat harus diberikan oleh bank tetapi tidak lupa peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Wakil Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Jahja Setiaadmadja mengatakan semakin bertumbuhnya masyarakat kelas menengah ke atas di Indonesia diharapkan bisa diikuti dengan peningkatan pelayanan prima industri perbankan baik dari sisi produk maupun layanan.

"Di tengah berkembangnya industri perbankan d Indonesia, kita harapkan dengan CWMA (certified wealth management association) ini, yang memberikan sertifikasi dan jaminan-jaminan yang lebih baik, diharapkan para ekspertis kita bisa menjadi lebih baik," katanya.

Melalui CWMA dan kegiatan yang dilaksanakan, lanjutnya, merupakan hal yang sangat positif dalam meningkatkan hubungan para staf dan jajaran dalam menekuni bidang wealth management.

Seiring dengan bertumbuhnya pasar keuangan di Indonesia, dan bertambahnya masyarakat kelas menengah ke atas diharapkan bisa meningkatkan akselerasi (percepatan) bisnis, sehingga memberikan imbas terhadap industri perbankan.

"Masyarakat high network bertambah, pendapatan perkapita sudah capai US$ 3.000. Ini jadi sangat menarik bagi kita, jadi penambahan buying power, saving masyarakat meningkat. Ini akan meningkatkan konsumsi dan peningkatan sektor riil," tutur Jahja.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads