BI: Kredit Kendaraan Makin Rawan

BI: Kredit Kendaraan Makin Rawan

- detikFinance
Kamis, 20 Okt 2011 17:07 WIB
BI: Kredit Kendaraan Makin Rawan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) semakin mengkhawatirkan adanya potensi gangguan instabilitas terhadap sistem keuangan akibat semakin tingginya pertumbuhan kredit kendaraan bermotor dan besarnya sumber dana perusahaan pembiayaan dari perbankan. Bank sentral memandang perlu dilakukan harmonisasi ketentuan antara BI dengan Bapepam-LK untuk merumuskan kebijakan yang akan diterapkan.

Berdasarkan Laporan Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Per triwulan III-2011 BI menyampaikan gangguan instabilitas terhadap sistem keuangan berpotensi akan
meningkat.

Potensi ini timbul akibat, pertama uang muka yang relatif rendah mendorong calon konsumer dengan penghasilan kurang memadai untuk memperoleh kredit. "Hal ini rawan menimbulkan default (gagal bayar) di kemudian hari," tulis BI seperti dikutip detikFinance dalam KSK triwulan III-2011, Kamis (20/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, BI mengungkapkan persyaratan kredit sampai dengan 4 tahun untuk kendaraan roda 2 bekas dan 5 tahun untuk roda 4 bekas dipandang dapat meningkatkan default karena usia kendaraan bekas yang dapat dibiayai bisa lebih dari 10 tahun, sedangkan umur ekonomis kendaraan bermotor diperkirakan tidak memadai.

Oleh karena itu, BI memandang perlunya sebuah aturan bersama. Karena pengaturan kredit kendaraan bermotor jika di perbankan saja akan berdampak kurang efektif terhadap penjualan kendaraan bermotor bila tidak dilakukan berbarengan dengan Perusahaan Pembiayaan.

"Hal ini karena adanya disparitas aturan bagi perusahaan pembiayaan yang menggunakan dana perbankan dan yang tidak menggunakan dana perbankan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan bisnis. Oleh karena itu perlu dilakukan harmonisasi ketentuan antara Bank Indonesia dengan Bapepam-LK sehingga kebijakan yang akan diterapkan dapat berlaku untuk seluruh industri," terang BI.

Dalam laporannya, BI mencatat kredit kendaraan bermotor baik dari perbankan maupun dari perusahaan pembiayaan tumbuh tinggi. Nilai pembiayaan konsumen (di dalamnya termasuk kendaraan bermotor oleh perusahaan pembiayaan) di 2010 tercatat sebesar Rp 130 triliun, dengan estimasi pembiayaan baru sebesar Rp 33 triliun. Dari sisi sumber dana, diestimasi sebesar Rp 79,35 triliun dana perusahaan pembiayaan berasal dari perbankan.

Sementara outstanding pembiayaan kendaraan bermotor dari perbankan di 2010 tercatat sebesar Rp 80 triliun, dengan estimasi pembiayaan baru sebesar Rp 28,4 triliun atau naik 53,9%.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads