BI Pede Modal Bank RI Tahan Hadapi Krisis AS & Eropa

BI Pede Modal Bank RI Tahan Hadapi Krisis AS & Eropa

- detikFinance
Kamis, 20 Okt 2011 17:34 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan hasil stress test alias uji ketahanan perbankan terbarunya. Hal ini seiring adanya krisis keuangan yang terjadi di AS dan Eropa. Bank sentral menguji apa yang terjadi terhadap ketahanan industri perbankan ketika Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) melonjak hingga 15%.

Berdasarkan Laporan Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Per Triwulan III-2011 BI, Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan diprakirakan masih cukup tahan dalam mengantisipasi tekanan peningkatan risiko kredit.

"Dengan simulasi skenario NPL meningkat menjadi 15% CAR perbankan berpotensi turun sebesar 401 bps. Sementara itu, apabila menggunakan metode macro-credit risk stress testing berdasarkan FSAP 2009, dengan asumsi GDP growth 0%, maka posisi NPL Juni 2011 di indikasikan dapat meningkat sebesar 3,6 kali dan berpotensi mengakibatkan CAR turun 199 bps," tulis BI seperti dikutip detikFinance dalam KSK Triwulan III-2011 Kamis (20/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Stress Test terhadap eksposur luar negeri perbankan berasal dari negara AS dan Eropa menunjukkan CAR perbankan cukup resilience (tahan) terhadap kemungkinan terjadinya default atas total eksposur dari negara AS dan Eropa. Di mana CAR hanya turun masing-masing sebesar 47 bps dan 63 bps dari 17% menjadi 16,53% dan 16,37%.

"Apabila stress test turut memperhitungkan dampak kenaikan NPL kredit ekspor sebesar 3,6 kali (berdasarkan hasil macro-credit risk stress test dengan asumsi GDP 0% dan NPL per Juni 2011) maka CAR perbankan berpotensi turun sebesar 127 bps menjadi 15,73%," jelas BI.

Dari sisi nilai tukar, BI juga menyampaikan meningkatnya gejolak pada pasar global menyebabkan perbankan cenderung mengurangi eksposur valas pada semester I-2011. Hal ini terlihat dari turunnya rasio Produk Devisa Netto dari 3,7% (Desember 2010) menjadi 3,43% (Juni 2011) sehingga ketahanan modal bank dalam mengantisipasi risiko pelemahan nilai tukar rupiah terindikasi cukup baik.

"Dengan eksposur valas tersebut, hasil stress test jika terjadi pelemahan nilai tukar sebesar 50% tidak terdapat bank yang CAR-nya berpotensi turun di bawah 8%," tutup BI.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads