Berdasarkan Laporan Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Per Triwulan III-2011 BI, Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan diprakirakan masih cukup tahan dalam mengantisipasi tekanan peningkatan risiko kredit.
"Dengan simulasi skenario NPL meningkat menjadi 15% CAR perbankan berpotensi turun sebesar 401 bps. Sementara itu, apabila menggunakan metode macro-credit risk stress testing berdasarkan FSAP 2009, dengan asumsi GDP growth 0%, maka posisi NPL Juni 2011 di indikasikan dapat meningkat sebesar 3,6 kali dan berpotensi mengakibatkan CAR turun 199 bps," tulis BI seperti dikutip detikFinance dalam KSK Triwulan III-2011 Kamis (20/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila stress test turut memperhitungkan dampak kenaikan NPL kredit ekspor sebesar 3,6 kali (berdasarkan hasil macro-credit risk stress test dengan asumsi GDP 0% dan NPL per Juni 2011) maka CAR perbankan berpotensi turun sebesar 127 bps menjadi 15,73%," jelas BI.
Dari sisi nilai tukar, BI juga menyampaikan meningkatnya gejolak pada pasar global menyebabkan perbankan cenderung mengurangi eksposur valas pada semester I-2011. Hal ini terlihat dari turunnya rasio Produk Devisa Netto dari 3,7% (Desember 2010) menjadi 3,43% (Juni 2011) sehingga ketahanan modal bank dalam mengantisipasi risiko pelemahan nilai tukar rupiah terindikasi cukup baik.
"Dengan eksposur valas tersebut, hasil stress test jika terjadi pelemahan nilai tukar sebesar 50% tidak terdapat bank yang CAR-nya berpotensi turun di bawah 8%," tutup BI.
(dru/dnl)
