Bank Indonesia (BI) bersama dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mengimplementasikan integrasi pendidikan keuangan dan perbankan ke dalam kurikulum pendidikan formal pada pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2011/2012.
Edukasi keuangan ini merupakan upaya mengenalkan sejak dini mengenai keuangan khususnya untuk menumbuhkembangkan budaya menabung yangmerupakan program berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Difi, pendidikan keuangan akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak hanya dalam bentuk intrakurikuler namun juga dalam bentuk ekstrakurikuler dengan pembahasan topik-topik.
"Antara lain diperkenalkan jenis surat berharga dan jenis alat pembayaran," tutur Difi.
Lebih jauh Difi memaparkan proses integrasi pendidikan keuangan ini selain melibatkan Bank Indonesia dan Kementerian Pendidikan Nasional juga melibatkan kalangan akademisi yaitu dariUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI-Bandung) dan Dinas Pendidikan di setiap kota.
Adapun topik-topik kedalam mata pelajara IPS bagi siswa SD dan SMP antara lain :
Arti Uang
- Uang dan manfaatnya
- Buku uang jajan
- Pengenalan jenis mata uang
- Mengidentifikasi keaslian mata uang
- Jenis surat berharga
- Jenis alat pembayaran.
Fungsi Perbankan
- Peran perbankan
- Jenis lembaga perbankan dan jenisnya
- Jenis manfaat produk perbankan
- Sistem perbankan elektronik
- Jenis keuntungan perbankan
- Keamanan perbankan.











































