"SMSCaster.com: Tolong dana'y d'transfer skrg ke rek Muamalat 9176 445 399 a/n Dedi Setyawan. kalo sdh segera hub sya. Dir KPK". Demikian salah satu isi SMS penipuan via transfer yang dihimpun detikFinance.
Juru Bicara BI, Difi Johansyah meminta penerima SMS tersebut agar dapat bekerjasama dengan segera melaporkan ke bank yang tercantum tersebut terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Difi, BI bersama 12 bank yang tergabung dalam Working Group telah melakukan upaya preventif memutuskan hubungan oknum penipu dengan menutup rekening.
"BI sudah melakukan pertemuan dengan bank-bank yang tergabung dalam working group mediasi perbankan untuk atasi masalah penipuan melalui SMS berisi permintaan transfer ke rekening yang dibuat dengan identitas palsu atau tidak benar," katanya.
"Bank-bank yang tergabung working group komit untuk bekerjasama melakukan penanggulangan yang bersifat preventif untuk melindungi nasabah bank dari SMS tersebut," imbuh Difi.
Menurutnya, BI dan perbankan siap memerangi orang orang yang mau menjadikan SMS permintaan transfer sebagai sarana penipuan.
Caranya atau komitmen ini akan diserahkan kepada masing masing bank tergantung infrastruktur pengaduan nasabah yang dimiliki masing-masing bank.
"Bank bank yang tergabung dalam working group mediasi perbankan akan menyediakan call center untuk menerima pengaduan nasabah yang terganggu atau tertipu oleh sms palsu yang meminta transfer," terang Difi.
Perbankan sepakat untuk menampung pengaduan sesuai PBI Pengaduan Nasabah bank wajib mempunyai unit pengaduan dibank. Pengaduan yang masuk akan di follow up untuk selanjutnya menghentikan hubungan usaha apabila diketahui nasabah menggunakan identitas tidak benar.
"Sesuai PBI Anti Pencucian Uang dan TPPU, agar bank tidak dijadikan sebagai sarana penipuan. Selanjutnya perbankan mengharapkan upaya tidak berhenti sampai di situ. Perlu ada upaya mengulung penjahat dengan kerjasama bersama aparat kepolisian," tegas Difi.
Adapun bank-bank tersebut adalah Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, Bank Mega, Permata, OCBC NISP, Danamon, BII, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Muamalat.
(dru/qom)











































