Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (24/10/2011).
"Maaf para calon investor ORI008 karena banyak yang pesan tapi tidak dapat jatah, karena ini sangat meledak," tukas Rahmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi pemerintah hanya mengabulkan permintaan penambahan jatah sebesar Rp 1 triliun saja.
Jumlah pemesan ORI008 mencapai 15.372 investor yang tersebar di 32 provinsi. Jumlah investor baru pada penerbitan ORI008 adalah 10.410 investor.
"Semua agen penjual mencapai target penjualan dan jumlah investor yang ditetapkan pemerintah," tukas Rahmat.
ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011. Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual yakni:
- Bank UOB Indonesia
- Citibank, N.A
- PT ANZ Bank Panin
- PT Bank Bukopin Tbk
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank CIMB Niaga Tbk
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk
- PT Bank Internasional Indonesia Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Mega Tbk
- PT Bank Negara Indonesia Tbk
- PT Bank OCBC NISP Tbk
- PT Bank Panin Tbk
- PT Bank Permata Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Ciptadana Securities
- PT Danareksa Sekuritas
- PT Kresna Graha Securindo
- PT Lautandhana Securindo
- PT Mega Capital Indonesia
- PT Reliance Securities Tbk
- PT Sucorinvest Central Gani
- PT Trimegah Securities Tbk
- Standard Chartered Bank
- The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.











































