Hal ini disampaikan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, dalam rilis yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (24/10/2011).
Total pendapatan bunga bersih operasional lainnya sepanjang Januari-September 2011 mencapai Rp 17,5 triliun, naik dari sebelumnya Rp 14,8 triliun. Marjin bunga bersih (NIM) naik 50 bps YoY menjadi 5,7%. Sementara Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing mencapai 3,8% dan 32,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit perseroan hingga September mencapai Rp 176,3 triliun, meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 138,9 triliun. Kredit utamanya didukung oleh kuatnya permintaan kredit Komersial dan Konsumer.
Kredit Komersial dan Usaha Kecil & Menengah (UKM) tumbuh 33,7% (YoY) menjadi Rp 70,2 triliun. Kredit Konsumer naik 28,2% menjadi Rp 44,1 triliun hingga akhir September 2011. Posisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik 41,4% menjadi Rp 23,8 triliun. Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) juga 23,2% menjadi Rp 15,9 triliun.
"Segmen Korporasi tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp 62,0 triliun pada akhir September 2011, didorong oleh kuatnya permintaan pada triwulan III-2011," imbuhnya.
Dana pihak ketiga perseroan juga naik 14,6% menjadi Rp 301,3 triliun. Tabungan tumbuh 19,5% menjadi Rp 163,2 triliun, giro naik 17,2% menjadi Rp 70,8 triliun. Untuk deposito meningkat 2,2% menjadi Rp 67,2 triliun.
(wep/ang)











































