"Teringat pada krisis yang lampau dan krisis yang sekarang, di mana perbankan kakinya tidak menginjak ke tanah. Sibuk dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan kertas keuangan, sibuk dengan kegiatan yang dikatakan mendatangkan nilai tambah tapi nilai tambah yang semu," sindir Boediono dalam acara 'Nusa Tenggara Invesment Day' di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2011).
Karena itu Boediono menghargai kinerja perbankan dalam negeri saat ini yang tidak menyibukkan diri hanya dengan investasi kertas berharga saja. Tapi juga menyambung dengan realitas dan kegiatan ekonomi riil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Boediono juga menyampaikan pesannya kepada para pemda untuk memajukan investasi di daerahnya. Sehingga dalam pembangunan infrastruktur, daerah tidak hanya mngandalkan dana APBN atau APBD saja.
"Saya sangat-sangat mengharapkan sekali benar-benar ada kesatuan niat dari Pemda untuk majukan investasi. Niat ini harus tercermin dalam langkah konkret. Banyak sekali keluhan investor, ketidakpastian perizinan, proses formal, dan informasi yang sebenarnya itu menghambat investasi," tukas Boediono.
(dnl/hen)











































