Calon Investor Bank Permata Inginkan Kepemilikan Mayoritas

Calon Investor Bank Permata Inginkan Kepemilikan Mayoritas

- detikFinance
Selasa, 13 Jul 2004 13:42 WIB
Jakarta - Dirut PT PPA Muhammad Syahrial mengungkapkan, calon investor Bank Permata ingin bisa memperoleh mayoritas saham agar mendapatkan suara maksimal dalam voting. "Kalau dari segi pasar, saya rasa mereka ingin mayoritas yang bisa voting secara maksimal yaitu diatas 67 persen. Jadi mungkin bisa sampai 71 persen. Akan tetapi apakah itu bisa memberikan kontribusi ke negara yang lebih besar atau tidak, kita belum tahu," kata Dirut PT PPA Muhammad Syahrial saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/7/2004).Menurut Syahrial, berdasarkan laporan dari Menkeu, maka jika pola strategic sale saja yang dipakai, dipastikan proses penjualan saham Bank Permata bisa diselesaikan tahun ini. Akan tetapi jika harus dilakukan bersamaan dengan market placement, maka hal itu tidak bisa diselesaikan tahun ini. "Jika strategic sale saja, saya rasa bisa diselesaikan tahun ini. Sementara market placementnya tahun depan," kata Syahrial.Namun menurut Syahrial, dari sisi PT PPA akan mengikuti kebijakan publik yang akan ditentukan oleh Menkeu dan DPR. Yang jelas, lanjut Syahrial, PPA ingin memberi kontribusi yang maksimal bagi keuangan negara. "Jika harus menunggu satu tahun dan hasil capital gainnya lebih besar, akan kita tunggu dan kita bisa melakukan pengawasan dan terima dividen," ujarnya. Syahrial mengungkapkan, saat ini PT PPA terus menyiapkan divestasi Bank Permata yakni tanggal 15-20 Juli 2004 akan ditentukan penasehat hukum dan keuangannya. Dijadwalkan pada Rabu besok, Menkeu Boediono akan melaporkan rencana divestasi itu ke Komisi IX sebagai pemilik saham. Syahrial berharap investor yang masuk jika berasal dari kalangan bank harus memiliki ukuran dan rasio keuangan yang lebih baik dibandingkan Bank Permata mengingat rasio keuangan Bank Permata cukup solid, NPL dibawah 5 persn, LDR yang dinamis dan memiliki yield yang mantap. Bahkan manajemen dinilai telah berhasil mengelola aset dengan baik.Ketika ditanya mengenai kemungkinan investor menginginkan masalah cessie Bank Bali dimasukkan dalam perjanjian jual beli atau sales and purchase agreement (SPA), Syahrial menyatakan jika mereka menginginkan hal itu, maka disarankan investor itu tidak usah ikut penawaran. Alasannya, PT PPA akan selalu berpegangan pada putusan MA yang menyatakan bahwa cessie itu milik Bank Bali. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads