Asuransi Mikro Bidik Pengajian dan Arisan

Asuransi Mikro Bidik Pengajian dan Arisan

- detikFinance
Rabu, 26 Okt 2011 14:06 WIB
Asuransi Mikro Bidik Pengajian dan Arisan
Jakarta - Pemerintah akan terus meningkatkan keikutsertaan masyarakat berpenghasilan rendah untuk masuk dalam asuransi mikro. Segmen asuransi ini akan dipermudah dalam hal pendistribusiannya termasuk ke aktivitas pengajian atau pun arisan di masyarakat.

Kepala Biro Asuransi Bapepam-LK Isa Rahmatawarta mengatakan sasaran asuransi mikro adalah masyarakat desa seperti petani dan nelayan. Pola distribusinya pun akan disesuaikan dengan kemunitas setempat seperti pengajian atau arisan. Meskipun ia menegaskan produk asuransi mikro ini bukanlah produk khusus namun produk asuransi biasa namun menekankan pada aspek harga dan distribusi.

"Jangan diangggap yang murah itu adalah mikro, biaya risk harus lebih besar dari biaya distribusi, untuk sertifkasi agen akan dipermudah atau ditiadakan produksi harus simple dan mudah dimengerti oleh masyarakat desa," katanya dalam acara workshop Micro Insurance Marketplace: Expanding Access to Insurance in Indonesia di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Rabu (26/10/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Ketua Bapepam-LK Nurhaida mengakui saat ini pihaknya sedang melakukan perubahan dalam regulasi bidang asuransi terutama dalam mendorong segmen asuransi mikro.

"Kami juga sedang mereview peraturan asuransi serta membuat regulasi yang lebih sederhana sehingga biaya tidak mahal," kata Nurhaida.

Salah satu wujud nyata dari peningkatan program asuransi mikro, pihak World Bank, IFC, Dewan Asuransi Indonesia menggelar Bursa Asuransi Mikro Pertama di Indonesia yaitu Microinsurance Marketplace in Indonesia (Mimpi) selam dua hari di Gran Hyatt Hotel Jakarta.

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Cornelius Simanjuntak mengatakan pemerintah dan industri asuransi perlu berperan lebih baik dalam mendidik masyarakat miskin dalam hal manfaat asuransi. Asuransi mikro menyasar masyarkat menengah ke bawah seperti masyarakat berpendapatan rendah, masyarakat miskin dan pedesaan.

"Pemerintah Indonesia dan industri asuransi perlu berperan lebih baik dalam mendidik masyarakat miskin terkait manfaat asuransi," katanya.

Menurutnya Indonesia adalah negara yang rentan bencana alam. Sehingga memungkinkan sebuah sebuah desa mengalami kesulitan untul bangkit kembali. Adanya asuransi mikro maka akan melindungi dan membantu masyarakat yang terkena korban bencana alam.

Tercatat hingga kini ada 77 juta penduduk Indonesia tak memiliki asuransi dan tabungan di perbankan. Mereka setara dengan sepertiga dari total penduduk Indonesia.
(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads