Demikian disampaikan oleh Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Kamis (27/10/2011).
"Yang harus dijaga adalah jangan sampai timbul ekses-ekses negatif selama masa transisi. Dunia masih nervous dengan risiko krisis Euro Zone dan kondisi ekonomi AS yang tidak kunjung pulih. Jadi risiko global masih sangat tinggi," kata Dradjad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat transisi OJK, Dradjad mengatakan bisa saja ada beberapa pegawai bidang pengawasan bank di BI yang kehilangan semangat atau merasa tidak jelas karirnya, atau berbagai perasaan negatif lain.
"Jangan sampai kondisi ini lalu mengendurkan pengawasan mereka terhadap bank sehingga mereka kebobolan oleh kasus-kasus bank yang baru," tuturnya.
Bisa juga ada oknum pelaku jasa keuangan yang memanfaatkan lubang-lubang pengawasan selama periode transisi ini.
"Pelaku pasar modal dan asuransi hemat saya sangat mungkin mencari-mencari lubang pengawasan di masa transisi. Oknum-oknum nakal dari bank, entah pemilik, manajemen atau pegawai bisa juga melihat peluang kelengahan pengawas dalam masa transisi," paparnya.
Oleh karena itu, Dradjad berpandangan masa transisi ini harus dikelola dengan baik, cepat, efektif dan tuntas supaya tidak timbul ekses negatif.
"DPR harus mengawal penuh proses transisi ini, meskipun dalam UU OJK sudah disebutkan jadwal lengkap dalam tabel," pungkasnya.
(dru/dnl)











































