Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo mengatakan dalam pertemuan tersebut, bank sentral akan mengundang sejumlah perusahaan switching ATM seperti PT Rintis Sejahtera, PT Artajasa Pembayaran Elektronis dan PT Daya Network Lestari.
"Kami akan berdiskusi bersama pada Senin 31 Oktober 2011 yang membahas mengenai pembentukan satu switching nasional guna meningkatkan efisiensi pembayaran dari perbankan," ujar Ardhayadi kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (30/10/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu sistem switching nasional itu sebenarnya mudah karena teknologinya sudah ada saat ini. Jadi switching nasional tersebut nantinya akan menghubungkan dengan semua perusahaan switching sehingga satu bank bisa terkoneksi dengan seluruh bank," kata Ardhayadi.
Ardhayadi menambahkan saat ini bank sentral masih memproses izin pembentukan perusahaan switching nasional yang dimotori oleh Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara). "Saat ini kami sedang pelajari terutama dari sisi legalnya," ujarnya.
NPG merupakan sistem penghubung antar seluruh jaringan pembayaran di Indonesia. NPG juga akan menjadi gerbang pembayaran dengan lembaga keuangan di luar negeri. Saat ini bank sentral masih merumuskan model NPG yang akan rencananya akan mulai diimplementasikan secara nasional pada 2013 mendatang.
(dru/dru)










































