"Pertumbuhan kredit yang cukup signifikan menjadi pendorong perolehan laba perseroan," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N. Mansury di Jakarta, Senin (31/10/2011).
Dijelaskan Pahala, porsi kredit Bank Mandiri disalurkan ke segmen korporasi dengan jumlah kredit Rp 103,2 triliun per September 2011, naik 22,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 84,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di segmen business banking atau small business, kredit tumbuh mencapai Rp 27,6 triliun per September, tumbuh 34,6% dibanding September tahun sebelumnya sebesar Rp 20,5 triliun. Sedangkan kredit di segmen mikro mencapai Rp 9,5 triliun, naik 45,4% dari Rp 6,5 triliun. Dan kredit internasional tercatat mencapai Rp 1,7 triliun, naik 30,7% dari Rp 1,3 triliun.
"Dalam setahun terakhir itu kita sudah salurkan di kisaran Rp 70,3 triliun. Itu disbursed Rp 112,9 triliun dikurangi angsuran Rp 42,6 triliun dalam setahun. Kredit paling besar tetap di sektor pengolahan atau manufaktur," papar Pahala.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Bank Mandiri mampu mengumpulkan sampai Rp 376,37 triliun, naik 17,2% dari Rp 321,2 triliun. Dengan pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) mencapai 20,7%, menjadi Rp 221,05 triliun dari Rp 183,09 triliun.
"LDR (rasio pinjaman terhadap simpanan) kita secara konsolidasi sudah sampai 78,6%. Bank only masih di kisaran 75%. Tingkat NPL (kredit bermasalah) gross kita turun dari 2,67% menjadi 2,56%," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini.
Dari sisi permodalan, setelah memerhitungkan risiko kredit, operasional dan pasar, posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan mencapai 16,01%.
(dru/dnl)










































