RI Ikut Was-was oleh Rencana Referendum Yunani

RI Ikut Was-was oleh Rencana Referendum Yunani

- detikFinance
Rabu, 02 Nov 2011 15:58 WIB
RI Ikut Was-was oleh Rencana Referendum Yunani
Jakarta - Rencana Yunani mengadakan referendum atas paket penyelamatan krisis utang dikhawatirkan membuat risiko krisis ekonomi makin membesar karena jika penyelamatan ekonomi tidak disetujui, krisis bakal merembet ke Eropa dan seluruh dunia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono mengatakan, krisis Yunani berpotensi sistemik dan menjalar ke seluruh dunia karena apabila Yunani mengalami gagal bayar utang, maka banyak pihak yang rugi.

"Tentu kalau referendum ditolak akan mengakibatkan risiko tidak saja bagi Yunani tetapi juga Uni Eropa dan karena Uni Eropa too big to fail maka akan dapat mengakibatkan risiko sistemik ke perekonomian dunia," kata Hartadi kepada detikFinance, Rabu (2/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi Indonesia, meskipun eksposure Indonesia ke Yunani dan Uni Eropa tidak terlalu besar, namun bila risiko ini berdampak pada perekonomian dunia, maka akan berdampak pula pada perekonomian Indonesia," imbuhnya.

Namun, Hartadi tetap optimistis Indonesia siap menghadapi krisis dari Eropa ini. Alasannya, ruang kebijakan fiskal masih cukup terbuka untuk menstimulasi kegiatan ekonomi domestik tanpa bergantung pada faktor eksternal.

"Kebijakan moneter juga dapat lebih akomodatif bila diperlukan karena inflasi yang cenderung menurun dan terkendali," jelas Hartadi.

Hartadi mengatakan, langka referendum di Yunani ini sangat politis. Para pemimpin Yunani mengharapkan dukungan dari rakyatnya dalam mengatasi situasi yang sulit seperti yang dialami saat ini.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Yunani George Papandreou secara mengejutkan membuat pengumuman akan mengadakan referendum atas rencana penyelamatan dari Eropa yang bernilai 130 miliar euro. Yunani juga mengajukan rencana untuk penghapusan 50% dari utangnya yang maha besar.

Papandreou yang memiliki 153 perwakilan di 300 kursi parlemen telah menghadapi peningkatan ketidaksepakatan di dalam partainya sendiri berkaitan dengan kebijakan penyelamatan ekonomi yang lebih ketat dan dimonitor Uni Eropa serta IMF. Hal itu juga telah memicu aksi pemogokan dan meluasnya protes, yang sebagian besar rusuh.

Referendum kemungkinan akan dilakukan pada awal 2012. Selain itu PM Papandreou juga akan mengajukan dirinya dalam voting penuh percaya diri di parlemen yang akan dilakukan pada hari Jumat, atau bersamaan dengan pertemuan hari kedua G-20 di Cannes.

Keputusan Yunani ini kemarin sempat membuat bursa-bursa di Eropa dan Wall Street berjatuhan semua, namun mulai pulih pada hari ini.


(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads