"Pasca reses kita akan menggelar pemilihan calon Deputi Gubernur BI. Rencananya pada pekan ketiga November 2011 ini," kata Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasih kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (3/11/2011).
Dijelaskan Achsanul, fit and proper test dibagi menjadi dua sesi, hari pertama untuk calon pengganti (Alm) Budi Rochadi yakni Perry Warjiyo dan Ronald Waas serta hari kedua untuk Muliaman Hadad dan Riswinandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyampaikan nama-nama calon Deputi Gubernur BI kepada DPR untuk menjalankan proses fit and proper test (uji kepatutan dan uji kelayakan). Ada 4 calon Deputi Gubernur BI yang diusulkan oleh Presiden.
Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI) dan Riswinandi (Wakil Direktur Utama Bank Mandiri) dicalonkan untuk menggantikan posisi Muliaman D. Hadad yang masa jabatannya akan habis pada Desember mendatang.
Sedangkan untuk calon pengganti Deputi Gubernur Bank Indonesia, almarhum Budi Rochadi adalah Perry Warjiyo (Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, BI) dan Ronald Waas (Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran, BI).
Berikut profil calon Deputi Gubernur BI :
Muliaman Darmansyah Hadad
DR. Muliaman Darmansyah Hadad SE, MPA lahir di bekasi pada 1960. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia Jakarta dan gelar PhD dalam bidang business and economic dari Monash University Melbourne Australia. Muliaman mengawali karirnya sebagai staf umum di KBI Mataram pada 1986.
Muliaman D. Hadad diangkat sebagai Deputi Gubernur BI sesuai Keputusan Presiden RI No.69/P Tahun 2006, tanggal 22 Desember 2006. Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan, Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), dan juga Financial Stability Board (FSB). Diluar kedinasannya, Muliaman juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah.
Riswinandi
Riswinandi, SE. Lahir pada 1957. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen di Universitas Trisakti, Jakarta pada 1983. Riswinandi memulai kariernya sebagai Senior Assistant di SGV Utomo pada 1984. Selanjutnya, pada 1986 memulai berkarier di PT Bank Niaga Tbk selama kurun waktu 13 tahun, khususnya dalam pengelolaan kredit korporasi (Corporate Banking), juga sebagai Kepala Cabang (General Manager) Bank Niaga di Los Angeles, Amerika Serikat dan terakhir menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head).
Pada September Riswinandi ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri Tbk sampai dengan Mei 2005. Selanjutnya terhitung sejak Oktober 2005 bertugas sebagai Executive Vice President-Credit Recovery II di Bank Mandiri. Pada Mei 2010 Riswinandi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri hingga sekarang.
Ronald Waas
Ir. Ronald Waas, MIA, lahir di Tanjung Pinang pada 1955. Ronald meraih gelar sarjananya di Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) di 1980. Lulus kuliah, pada Juli 1981 Ronald menjadi calon pegawai BI dan kemudian menjadi staf BI di Oktober 1981. Dalam perjalanannya, Ronald melanjutkan pendidikannya di Columbia University dan meraih gelar Master of International Affairs (MIA) pada 1996.
Saat ini Ronald menjabat sebagai Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran. Ronald juga ditugaskan sebagai sebagai Co Assistant Governor of Bank of Thailand) pada Working Committee on Payment and Settlement Systems dalam rangka ASEAN Economic Community 2015.
Perry Warjiyo
Perry Warjiyo, SE, MSc, Ph.D. Lahir di Sukoharjo pada 1959. Gelar S1 diraih Perry di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada 1982. Setelah itu, perjalanan karir Perry di Bank Indonesia pun dimulai pada 18 Januari 1984. Lalu Perry melanjutkan pendidikannya di Iowa State University hingga meraih gelar Ph.D di 1991.
Di tahun 2003 Perry menjabat sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK), dilanjutkan di 2005 sebagai Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (DKM). Selama 2007 sebagai Direktur Eksekutif, South East Asia Voting Group (SEAVG), International Monetary Fund (IMF). Saat ini Perry menjabat sebagai Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
(dru/dnl)











































